Rachmat Harsono Koordinator Bidang Pembinaan LPTGN

Jakarta, innews.co.id – Sekali merengkuh dua tiga pulau terlampaui. Nampaknya peribahasa ini dianut betul oleh Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha Nasional (LPTGN) sebuah wadah penyaluran aspirasi dan sarana pembinaan umat Buddha Indonesia, saat menggelar Lomba Film Pendek Buddhis ‘Piala Padma 2019’.

Tidak hanya menggali kreatifitas umat Buddha dalam membuat film, tapi juga menyiarkan dan memperdalam ajaran Buddha, utamanya tentang toleransi beragama.

Para pemenang Kategori Pelajar Piala Padma 2019

Hal ini juga dikatakan Rachmat Harsono Koordinator Bidang Pembinaan LPTGN dalam jumpa pers di malam final penganugerahan Piala Padma di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta, Kamis (10/10/2019) malam. Tema yang diusung adalah ‘Moderasi Agama: Beda Itu Asyik’. Sejumlah tokoh agama Buddha tampak hadir pada kesempatan tersebut.

“Ajaran Buddha mengandung ajakan untuk menempatkan perbedaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan sangat penting. Perbedaan bila ditangani serius bisa menjadi harta yang sangat berharga, sebaliknya jika diremehkan, bisa jadi sumber masalah yang rumit,” urai Rahmat.

Para pemenang Kategori Umum Piala Padma 2019

Sepuluh film karya anak bangsa yang berasal dari berbagai penjuru Tanah Air tampil di final yang merupakan hasil seleksi dari para dewan juri diantaranya, Firman Lie, Robert Rony, dan Titien Wattimena. Menurut Firman, dewan juri menseleksi dari 35 karya film yang masuk dan dibagi dalam 2 kategori yakni Kategori Pelajar dan Umum.

Akhirnya, diumumkan para pemenang yakni, untuk Kategori Pelajar: Origami (Juara I), Negaraku Toleransiku (Juara II), Berpikir Negatif (Juara III), Regret (Juara Harapan I), dan Rasa Kecewa Rio (Juara Harapan II).

Arief Harsono Ketua Umum LPTGN

Sementara untuk Kategori Umum, tampil sebagai pemenang: Dupa (Juara I), Kado (Juara II), Kami dan Kalian (Juara III), Kami Menari (Juara Harapan I), dan Taman Bunga Anjani (Juara Harapan II).

Pemenang disamping mendapat piala dan sertifikat, juga mendapat uang pembinaan. Kedepan, rencananya acara ini akan diadakan setiap dua tahun sekali. (RN)