Jakarta, innews.co.id – Dunia perikanan di Indonesia masih menghadapi sejumlah masalah. Salah satunya adalah soal pemasaran. Seperti diungkapkan Machmud Direktur Marketing Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Selasa (24/7).

Menurutnya, untuk pemasaran di dalam negeri, masalah yang masih mengemuka adalah sistem logistik lantaran biaya angkutnya yang masih tinggi. Bahkan, biaya angkut ikan dari wilayah Timur ke wilayah Barat lebih mahal dibandingkan dari China ke Indonesia.

Sejauh ini diakuinya, produksi ikan nasional masih banyak dari Indonesia bagian Timur seperti Arafuru, Merauke, dan sebagainya. “Kalau disana harga ikan murah, tapi begitu diangkut untuk memenuhi kebutuhan UPI di wilayah Barat menjadi mahal,” terangnya.

Machmud mengatakan, seyogyanya investasi pembangunan industri perikanan dilakukan di wilayah Timur. Saat ini, terangnya, KKP tengah menjajaki pembukaan industri pengolahan ikan di Indonesia Timur. Peluang investasi ini, menurut Machmud, juga dibuka untuk PMDN maupun PMA.

Untuk pemasaran ke luar negeri, Machmud mengakui masih ada hambatan tarif dan non tarif yang masih besar. Seperti di Jepang, Uni Eropa, dan Amerika Serikat. “Sejauh ini kita masih coba melakukan negosiasi dengan negara terkait agar bisa ditekan tarifnya, sehingga pemasaran produk laut kita bisa masuk,” kata Machmud.

Demikian juga dari sisi persyaratan yang berbelit, seperti di Amerika ada Seafood Inform Monitoring Programme. “Semua persyaratan itu harus dipenuhi oleh para pelaku usaha. Dan itu terus kami sosialisasikan,” ujarnya.

Masalah lebih banyaknya ikan di wilayah Timur dari pada Barat Indonesia, menurut Machmud itu sudah terjadi sejak dulu. “Dulu itu, orang melakukan penangkapan berlebih di wilayah Barat. Di samping memang dari sisi penduduk lebih banyak di wilayah Barat, sehingga kebutuhan akan ikan tentu lebih banyak. Selain itu, di wilayah Barat banyak menggunakan alat-alat tangkap yang tidak ramah lingkungan,” urainya.

Akan tetapi, lanjut Machmud, sekarang dengan kebijakan ketat dari Menteri Kelautan dan Perikanan sudah terjadi recovery di wilayah Barat. Mungkin tidak lama lagi, ikan-ikan di wilayah Indonesia Barat bisa banyak lagi. (RN)