Jakarta, innews.co.id – Darahnya bergejolak melihat realitas sangat minimnya kepedulian para wakil rakyat kepada warga Jakarta. Kalaupun turun, hanya nampak jelang Pemilu Legislatif. Kesannya setelah terpilih, warga dicuekin.

Baginya, ini bukan cermin wakil rakyat yang sesungguhnya. “Kalau mau jadi wakil rakyat, harus mau rajin turun menyapa masyarakat, bukan memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan suaranya pas Pileg saja,” ujar Malanton John Fiter, SH, calon anggota legislatif DPRD DKI Jakarta dari Partai Perindo untuk daerah pemiihan DKI Jakarta 5 yang meliputi Duren Sawit, Jatinegara, dan Kramat Jati nomor urut 7 ini saat ditemui di bilangan Tebet, Jakarta, Selasa (23/10).

Malanton Jon Sinaga (paling kanan), bersama Ketum Perindo Harry Tanoesudibjo

Perilaku para wakil rakyat yang kurang care terhadap warga Jakarta mendorong niat hatinya untuk menunjukkan bagaimana seharusnya peran itu dimainkan dengan benar. Itulah yang membuatnya berlabuh sebagai caleg melalui Partai Perindo.

Selain itu, ia juga melihat, nasib banyak warga Jakarta yang hidupnya belum sejahtera. Padahal, dari sisi APBD di DKI Jakarta terbilang sangat besar, lebih dari Rp80 triliun.

Sebelum memutuskan maju, Malanton John Fiter lebih dulu melakukan analisis dan melihat bahwa Perindo lah yang paling sesuai dengan dirinya.

“Bahkan partai pemenang pemilu yang notabenenya sudah dapat anggaran dari pemerintah saja tidak sepeduli seperti yang dilakukan Perindo kepada masyarakat Indonesia,” ujar Malanton John Fiter yang juga duduk sebagai Sekretaris Seknas Jokowi Provinsi DKI Jakarta ini.

Malanto Jon Sinaga bersama rekan-rekan pelayanan

Sejak dulu, Malanton John Fiter dikenal senang berorganisasi. Bahkan, ia merasa bahwa kehidupannya banyak dibentuk lewat organisasi.

Dijelaskannya, politik adalah sesuatu yang mulia karena tujuannya untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

“Tidak benar politik itu kotor. Yang ada oknum-oknum di dunia politik yang menjadikan politik sebagai alat memperkaya dirinya sendiri,” kata
Malanton John Fiter yang juga dikenal sebagai Pelatih Paduan Suara, baik di gereja maupun perkantoran.

Karena itu, terjun ke politik bagi Malanton John Fiter, bukan untuk memperkaya diri sendiri, melainkan menggunakan hidup seutuhnya untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat luas.

Malanton Sinaga ikut nobar bersama warga Bidara Cina

Bicara soal dapilnya, Malanton Jon Fiter menjelaskan, masih banyak masyarakat yang hidup di bawah sejahtera. Demikian juga dari sisi pemukiman demikian padat, dan perlu penataan.

Jadi, ada dua hal yang akan Jon perjuangkan, yakni dari sisi ekonomi dan penataan wilayah.

Jalan panjang

Malanton John Fiter mengisahkan, 10 Februari 1991 ia masuk ke Jakarta, dengan naik truk yang membawa barang. Sampai di Jakarta, ia bekerja sebagai buruh bangunan di kawasan Kalideres. Lanjut menjadi kondektur bis di daerah Cililitan.

Jon yang lahir di Medan, 22 Februari 1970 ini melalui masa kecil di Pematang Siantar. Dirinya termasuk ‘Siantar Man’.

Malanton Jon Sinaga, komitmen kepada warga Jakarta

Salah satu talenta yang dimiliki Jon adalah di dunia seni dan budaya, baik menyanyi dan menari. Bahkan di usianya ke-15 ia sudah mengajar paduan suara. Hingga kini, ia tetap dipercaya menjadi pelatih paduan suara di berbagai tempat. Kini, ia pun bekerja sebagai pengacara.

Kegigihannya dalam menjalani hidup di Jakarta telah membentuk mentalnya menjadi sosok pejuang hidup dan pekerja keras. Kalau pun kini ia memutuskan maju sebagai caleg, itu menjadi bagian dari perjuangan hidupnya agar segala yang Tuhan berikan bisa digunakan bagi kepentingan banyak orang. (RN)