Jakarta, innews.co.id – Integritasnya terhadap bangsa dan negara dijawatahkan dalam pengabdian sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Luar Negeri selama puluhan tahun.

Berbagai jabatan telah dipercayakan padanya, termasuk menjadi Dirjen Informasi, Diplomasi Publik, dan Perjanjian Internasional (Dirjen IDPPI) dan Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Hongaria, Krosia, Bosnia, Herzegovina dan Makedonia. Semua dituntaskan dengan hasil kerja yang baik

Sosok Mangasi Sihombing dikenal sebagai seorang pekerja keras, loyal, bersih, dan berintegritas tinggi.

Mangasi Sihombing komitmen selalu bersama rakyat

Saat ini, Mangasi Sihombing terpanggil untuk maju sebagai calon legislatif (Caleg) DPR-RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk daerah pemilihan DKI Jakarta II yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Luar Negeri nomor urut 7.

Ia punya kerinduan bagaimana bangsa ini bebas dari korupsi. Ya, memerangi korupsi dan melawan intoleransi menjadi perhatian Mangasi yang utama, selain mensejahterahkan rakyat Indonesia.

Masyarakat begitu senang dikunjungi Mangasi Sihombing

“Saya merasa masih punya kemampuan untuk ikut bersama-sama dengan kawan-kawan yang lain untuk memajukan negara ini. Secara jiwani dan ragani saya diberkati kesehatan yang baik, sehingga saya ingin mengambil bagian dalam proses demokrasi,” tutur penulis buku “Dasar Hukum Keberadaan Papua/Irian dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia” ini lugas.

Visi besar

Pria kelahiran Tapanuli (Sumatera Utara), 22 Juli 1947 ini memiliki visi besar yakni, memajukan bangsa berdasarkan Pancasila, aman dan damai. Sedangkan misinya mengatasi persoalan korupsi dan intoleransi.

Mangasi Sihombing (kedua dari kanan) menghadiri Perayaan Natal Kementerian Luar Negeri

“Kalau kita tidak bisa melakukan itu, maka negara akan mengalami kesulitan-kesulitan, bahkan kemunduran. Misi saya, negara ini bebas dari korupsi. Sebab jika ini terjadi terus-menerus, maka negara akan terseok-seok (pincang), tidak dapat berlari dalam kemajuan. Jika dibiarkan, maka kita tidak akan mampu menghadapi negara-negara yang maju,” urainya.

Sederet pengalamannya sebagai diplomat di Kopenhagen, Port Moresby, Moskow, Den Haag, Canberra, dan sebagai Duta Besar di Budapest, membuatnya kerap bertemu dengan para petinggi, baik dari dalam dan luar negeri. Tentu ini kian menambah pengetahuan dan wawasan politiknya.

Mangasi Sihombing (kelima dari kiri) siap berjuang dengan para milenials

Mangasi mengajak semua pihak untuk menghentikan intoleransi dan kembali kepada ciri bangsa yang demokratis.

Selain itu, kita juga ingin melihat pers dapat membawa kritik yang membangun, bukan asal lempar kritik. “Yang saya lihat dua musuh besar adalah korupsi dan intoleransi, selain mungkin juga kejahatan narkoba, human trafficking, hoaks, dan sebagainya,” tukas Mangasi.

Panas dan hujan, Mangasi tetap menyapa masyarakat yang sangat ia cintai

Meski usianya sudah senior, namun Mangasi justru memilih menggunakan PSI sebagai kendaraan politiknya.

“PSI memang banyak dihuni generasi milenial. Namun, untuk visi dan misinya sesuai dengan saya, yakni bersama membangun bangsa dan negara,” tukas Mangasi.

Pemerataan penghasilan

Lebih jauh penulis buku “From The Globalization to Ulos in Honour of a President” ini mengatakan, jika kelak ia diizinkan duduk sebagai anggota DPR-RI, maka hal yang akan dilakukannya adalah memperbaiki undang-undang yang sudah ada, termasuk menyuarakan pandangan terhadap anggaran belanja negara kepada pemerintah.

Mangasi Sihombing, siap berjuang dan memperjuangkan mssyarakat

“Sebetulnya, kan, orang lebih banyak bicara soal pemerataan pembangunan dari daerah yang satu ke daerah yang lain. Tapi juga harus ada pemerataan penghasilan kita yang prorakyat miskin. Jadi kita beri kesempatan kepada industriawan dan usahawan untuk maju, tetapi jangan lupakan untuk membayar pajak dengan semestinya. Karena dengan pajak itulah pemerintah bisa bekerja dengan baik agar bisa menghidupi rakyat banyak melalui program yang pro rakyat dan pro akar rumput. Kita akan mengarahkan undang-undangnya ke sana, selain juga lingkungan hidup,” ujar anggota Dewan Pembina Himpunan Penulis Sastra Indonesia (HIPSI) dan juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Penerjemahan Sastra Indonesia (ILTF) ini.

Sejak ditetapkan sebagai caleg, secara intens Mangasi turun ke bawah, menyerap aspirasi masyatakat luas di dapilnya.

Bagi Mangasi, jabatan adalah amanah dan pengabdian

Menurutnya, rakyat hanya menginginkan adanya perbaikan hidup, dan perbaikan lingkungan serta kesempatan kerja yang terbuka lebar, sehingga mengurangi angka pengangguran.

Selain itu, bersama-sama dengan rekan-rekannya di PSI, mantan Duta Besar yang berhasil mendapatkan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya ini mendirikan ormas Solidaritas Anak Bangsa Indonesia (Saba Indonesia), dimana ia duduk sebagai Ketua Dewan Pimpinan Nasional. Dalam wadah tersebut warga yang disebutnya sebagai mitra Saba itu, diharapkan memberikan suaranya.

Mangasi Sihombing komitmen terus melayani masyarakat luas

Jika berhasil duduk di DPR-RI, maka para mitra Saba akan diberikan tiket umroh dan 30 beasiswa dengan sistem undi. Dan itu akan terus diadakan selama duduk sebagai anggota dewan. “Hal itu untuk menjalin silaturahmi. Itu bukan konsep relawan yang biasanya setelah pemilu kelar, terus selesai, bukan. Tapi untuk saling kenal sebagai bagian dari sebuah keluarga,” pungkasnya. (RN)