DR. Marlinda Irwanti, SE., MSi, Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani)

Jakarta, innews.co.id – Bersyukurlah menjadi perempuan Indonesia. Karena di negeri ini perempuan mendapat tempat terhormat, diberikan banyak kesempatan untuk maju dan berkembang. Sejak zaman dulu, perempuan di bumi Indonesia sudah tampil di depan.

Hal ini secara lugas disampaikan DR. Marlinda Irwanti, SE., MSi, Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dalam sebuah perbincangan menarik di kediamannya di Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2019). Menurut wanita cantik yang dikenal dengan panggilan Linda Poernomo mantan Penyiar TVRI ini, sejak dulu tidak ada diskriminasi pada kaum perempuan. Para pejuang pra kemerdekaan dari Aceh seperti Ratu Safiatuddin, Malahayati, Cut Nyak Dien, dan lainnya.

Hingga sekarang ini, derajat perempuan Indonesia semakin luar biasa. Bahkan sudah ada yang jadi Presiden RI, di jajaran menteri pun semakin banyak, level pemimpin daerah banyak, begitu juga sebagai pimpinan perusahaan.

DR. Marlinda Irwanti, SE., MSi, bersama DR. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani)

“Semua ini perlu ditingkatkan,” kata Linda yang juga Ketua Umum Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) 2019 – 2024 yang mengkritisi UU Pemilu yang dinilai masih setengah hati mendorong afirmasi 30 persen perempuan lantaran sistem pemilihan langsung.

Masalahnya sekarang, kata Linda, diskriminasi banyak terjadi kaum perempuan di bidang pendidikan, demikian juga bagaimana merubah mindset dan pola pikir masyarakat. Demikian juga saat bencana terjadi, dimana yang paling banyak menjadi korban adalah kaum perempuan dan anak-anak.

Dalam pertemuan G-20 beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi sudah menyatakan bahwa salah satu indikator keberhasilan suatu negara adalah pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Karena itu, Linda berharap hal ini direalisasikan di Indonesia lewat dukungan regulasi dan pembangunan yang responsif gender.

DR. Marlinda Irwanti, SE., MSi, di Lemhanas

Bicara Hari Ibu 2019, menurut Linda, pada prinsipnya harus disyukuri. Kiranya ini menjadi pematik spirit para ibu dan perempuan Indonesia untuk bisa berkarya tidak hanya di ruang domestik, tapi juga sampai ke ruang publik.

Ini juga bisa mendorong para perempuan untuk lebih memperhatikan kaumnya, baik untuk peningkatan kapasitas dan kapabilitas. Jadi, dari perempuan, oleh perempuan, dan untuk perempuan.

DR. Marlinda Irwanti, SE., MSi, Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bersama rekan-rekan di Kowani

Mengenai stigma banyak perempuan yang justru mendeskreditkan dirinya, Linda mengajak untuk merubahnya dan bisa menyesuaikan dengan zamannya. “Kalau ingin menghasilkan generasi cerdas, dibutuhkan ibu yang cerdas. Ibu adalah pendidikan utama dan pertama bagi anak-anaknya,” tukas mantan Ketua Sekolah Tinggi Interstudi ini.

Disinggung soal peran Kowani, menurut Linda, sebagai payung organisasi-organisasi perempuan, Kowani memiliki peran yang strategis, terutama bagaimana membangun sinergitas diantara sesama anggota. “Jadi tidak hanya Kowani yang bikin acara, tapi bagaimana kita menjabarkan visi dan program kerja kepada para organisasi anggotanya.

Menurut Linda, orang tentu bertanya, apa yang akan diperoleh bergabung di Kowani? Kemanfaatan bagi anggota itu yang harus dipikirkan oleh para pengurus Kowani.

DR. Marlinda Irwanti, SE., MSi, Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Ketua Umum FPPI

Seluruh organisasi perempuan yang terhimpun di Kowani tentu memiliki potensi dan anggota sampai ke level terbawah. Karenanya, Linda berharap, para pengurus Kowani bisa fight for the nation.

Kedepan, Linda akan melakukan penguatan sinergitas di Kowani. “Kita akan formulasikan untuk membangu kebersamaan diantara sesama anggota Kowani,” ujarnya. (RN)