(sumber: Media Indonesia)

Jakarta, innew.co.id – Pada tahun 2000 silam, seluruh wilayah Indonesia pernah dinyatakan bersih dari penyakit kusta. Sayangnya, kini ada 142 kabupaten yang belum tereliminasi penyakit ini.

Hal ini didasarkan laporan kondisi kesehatan di Indonesia untuk semester satu 2018 dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan.

Stigma, menjadi salah satu penyebab sulitnya antisipasi dini dan pengobatan penyakit ini dilakukan.

“Sebenarnya tidak di satu kabupaten, tetapi ada desa-desa di kabupaten tersebut dengan kasus kusta sehingga disebut endemis,” ujar Direktur Jenderal P2P Anung Sugihantono seusai acara Car Free Day di Kantor Direktorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan, Jalan Percetakan Negara, Jakarta, Jumat (6/7).

Ia merinci penemuan kasus kusta banyak terjadi di Indonesia bagian Timur seperti di Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, dan Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat. Adapun kasus jumlah kasus baru sekitar 15.910 dengan prevalensi 0,696/10.000 penduduk.

Dikatakannya, kusta dapat mengakibatkan kecatatan. Demi menurunkan angka cacat tingkat 2 dan mengurangi proporsi kusta baru tanpa cacat, pihaknya ingin respon dini dan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut ditingkatkan salah satunya melalui sosialisasi dan advokasum intensifikasi penemuan kasus baru, peningkatan intergrasi dengan pemerintah daerah dan mengupayakan supaya kusta tetap menjadi prioritas nasional. (IN)