Petrus Bala Pattyona, SH., MH

Sleman, innews.co.id – Beredarnya info rencana tim Amien Rais mengajukan praperadilan atas pemanggilan dirinya dalam kasus berita bohong Ratna Sarumpaet, seperti disampaikan Dahnil Azhar Simanjuntak, Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi, dikritisi oleh pengacara senior Petrus Bala Pattyona, SH., MH.

Dahnil menjelaskan, alasan praperadilan karena pemanggilan untuk pemeriksaan Amien Rais ada kaitannya dengan politik dan Amien Rais sedang sibuk, juga telah meminta maaf.

Menurut Petrus, upaya praperadilan yang diajukan adalah hak setiap orang yang dikenakan penangkapan, penahanan, penggeledahan atau penyitaan atau dikenakan status tersangka.

“Sesuai Pasal 77-82 KUHP, setiap orang dengan label tersangka dan apabila merasa tindakan penyidik dalam hal penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan berhak mengajukan praperadilan. Alasan-alasan lain diluar Pasal 77-82 KUHAP tidak dapat dipergunakan untuk praperadilan, kecuali hanya sekedar gagah-gagahan, membuat semakin gaduh atau menghalangi proses hukum,” jelas Petrus, dalam pesan singkatnya, Senin (8/10).

Namun dalam kasus Amien Rais, Petrus justru mempertanyakan, “Kenapa Amien jadi penakut untuk memenuhi panggilan penyidik untuk membuat terang duduk perkaranya? Bukankah kegaduhan yang timbul di masyarakat ada juga peran Amien Rais dan tim pendukungnya?”

Petrus menambahkan, sebagai orang yang berpendidikan tinggi dengan gelar profesor dan doktor, apalagi lulusan Amerika Serikat seharusnya tidak masalah memenuhi panggilan penyidik, karena apa yang disebarkan Amien Rais tenyata hoaks.

“Bukankah Amien patut menyadari semua informasi yang disebarkan seharusnya sudah terkonfirmasi sehingga tidak menimbulkan gaduh, atau keresahan di masyarakat apalagi info hoaks itu dipakai menyerang Presiden Jokowi?” lanjutnya.

Ditambahkannya, alasan karena sibuk dan diduga ada muatan politik bukanlah suatu alasan yang dapat dipergunakan untuk mengajukan praperadilan.

Lebih jauh Petrus mengimbau, Amien Rais dan tim sorak-sorainya harus berjiwa besar menjelaskan kegaduhan yang telah dibuat itu dihadapan penyidik sehingga tidak terkesan untuk cuci tangan dan atau alasan telah meminta maaf.

Petrus melanjutkan, “Berkaca pada kasus Ahok, di mana meski sudah minta maaf tetap diajukan ke pengadilan”.

“Jadi kalau alasan Amien Rais dan tim pengacara, juga para penghujat lainnya karena telah meminta maaf dan karena ada sibuk atau ada dugaan berkaitan dengan politik, dengan ini saya tegaskan alasan-alasan tersebut bukan ruang lingkup praperadilan. Baca kembali KUHAP dan putusan MK tentang ruang lingkup praperadilan,” urai Petrus.

Petrus mempersilahkan Amien Rais daftarkan praperadilan, tetapi tidak mungkin hakim praperadilan mengabulkan permohonan Praperadilan. “Kalau tujuannya supaya semakin gaduh, riuh, heboh atau hanya sekedar perlawan hukum silahkan saja,” ujarnya menutup perbincangan. (RN)

Hosting Unlimited Indonesia