Para Pengurus, Badan Pembina dan Pengawas di depan Sekretariat YKCHI, di Kinanti Building, Jakarta, Sabtu (2/11/2019)

Jakarta, innews.co.id – Mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul bukan persoalan mudah. Dibutuhkan pengorbanan dan kesungguhan dari berbagai pihak. Seperti yang dilakukan oleh Yayasan Komunitas Cendekiawan Hukum Indonesia (YKCHI) melalui Try Out Pelatihan Calon PPAT selama 2 hari, yang diadakan di Kinanti Building, Epicentrum, Jakarta, 23-24 November 2019.

Sejumlah materi pembahasan disajikan dalam pelatihan yang dilakukan sejak pagi hingga sore hari ini. Rencananya, ujian PPAT akan dilakukan Desember 2019 mendatang.

Otty H. Chandra Ubayani, SH., Sp.N., MH., Ketua Umum Yayasan Komunitas Cendekiawan Hukum Indonesia (YKCHI) saat dimintai komentarnya terkait pelaksaan Try Out Calon PPAT di Kinanti Building, Sabtu (23/11/2019)

Ditemui di tempat acara, Otty H.C. Ubayani, SH., Sp.N., MH., Ketua Umum YKCHI menjelaskan, ini merupakan program kedua YKCHI dalam memberikan pembekalan terhadap para calon PPAT.

Otty menerangkan, secara materi sama, hanya saja, ada dorongan motivasi dan tips-tips penting agar para calon PPAT bisa lebih bersemangat dan bisa menjawab saat ujian PPAT nanti.

Para peserta, terangnya, merupakan para calon PPAT yang telah lolos syarat-syarat administrasi. “Yang ikut try out kali ini, ada yang sudah 2-5 kali ikut ujian tapi gagal. Karena itu, YKCHI memberikan formula jitu agar saat ujian, para calon PPAT bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan benar,” kata Otty.

Otty Hari Chandra Ubayani, SH., Sp.N., MH., saat diwawancarai innews di Sekretariat YKCHI, Kinanti Building, Epicentrum Kuningan, Jakarta, Sabtu (23/11/2019) siang

Kabarnya, hingga 2 tahun kedepan tidak ada ujian PPAT lagi karena konon jumlah PPAT sudah over load. Meski begitu, fakta di lapangan, ternyata banyak PPAT yang sudah mengantongi SK, tapi lebih memilih tidak praktik, tapi justru bekerja di perusahaan-perusahaan lain seperti perbankan dan sebagainya.

Menurut Otty, harusnya diadakan penelitian bagi siapa yang sudah mengantongi SK, tapi tidak praktik selama 2 tahun, harusnya dicopot atau ditarik lagi SK-nya.

Ke depan, YKCHI juga akan melakukan event-event lain tidak hanya berkisar di dunia Notaris/PPAT, tapi di profesi hukum lainnya, seperti advokat dan lainnya. “YKCHI concern pada bagaimana menciptakan SDM Unggul seiring dengan visi Presiden Jokowi sekarang ini,” kata Otty.

Selain itu, YKCHI juga mencoba mencari celah-celah pekerjaan seiring revolusi industri 4.0. “Kita harus terus memperkaya diri dengan ilmu-ilmu baru sehingga siap menerima tantangan dan perubahan zaman yang demikian cepat,” imbuh Otty.

Melalui berbagai agenda kegiatan diharapkan YKCHI bisa terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negara serta penciptaan manusia Indonesia yang unggul. (RN)