Dr. Andreas FK (kanan), saat mengikuti studi banding di USA

Jakarta, innews.co.id – Penyakit kanker darah yang dialami Adrenalin, membuatnya murung sepanjang hari di ruang perawatan RS Harapan Kita, Jakarta. Akibatnya, leukositnya cenderung turun terus. Namun, sentuhan terapi yang diberikan Dr. Andreas FK, CMPp., telah mampu mengubah dirinya menjadi penuh semangat dan membawa kesembuhan padanya. Sang Ibu yang kerap menemaninya pun mengakui, “Semenjak diterapi, anak saya tidak murung lagi. Bahkan, begitu semangat untuk sembuh. Leukositnya pun naik terus, padahal sudah dirawat 2 minggu tidak ada perkembangan berarti. Sekarang dia sudah ceria,” ujar ibunya.

Dr. Andreas FK (kanan) bersama Adrenalin, pasien kanker darah di RS Harapan Kita, Jakarta. Adrenalin tampak ceria setelah diterapi

Pengalaman lain terjadi pada Harry (89 tahun) yang mengalami sakit di bagian tulang kaki dan tulang belakang yang membuatnya kesulitan berdiri. “Berdiri sebentar saja, saya sudah rasa sakit. Harus buru-buru cari tempat duduk karena khawatir jatuh,” ungkapnya. Namun, setelah diproses terapi oleh Dr. Andreas FK, CMPp., tubuhnya pulih, tulang-tulangnya sudah kuat menopang tubuhnya. “Semenjak diterapi, saya rasa tulang saya semakin kuat. Saya coba berdiri lama, tapi tidak masalah. Bahkan, sudah bisa berolahraga,” ujarnya.

Lain lagi pengakuan Sebastien Francois warga negara Perancis yang mengalami stres berat karena anaknya hilang, sehingga membuatnya tidak bisa tidur berhari-hari dan mengakibatkan emosinya meninggi. Ketika menjalani terapi, bukan saja ia bisa tidur, namun hati menjadi damai, pikiran tenang. Dan, selang beberapa hari semenjak diterapi, ia pun bisa berjumpa dan berkumpul kembali dengan anak laki-lakinya dalam keadaan sehat.

Dr. Andreas FK, bersama beberapa klien tengah menjalani proses terapi healing deep relaxation

Hal serupa dialami istri dari salah satu pejabat tinggi di militer yang sekian lama mengalami vertigo. Karena sakitnya yang luar biasa sampai matanya mengecil. Saat diterapi, dalam keadaan rileks, keluar banyak cairan seperti air mata. Setelah itu, ia merasa tidak sakit. Bukan hanya di saat itu saja, namun setelah itu, vertigonya sudah benar-benar hilang. Matanya pun sudah normal, tidak kecil sebelah lagi.

Serangkaian pengalaman diatas melukiskan metode terapi Power of PowerlessHealing Deep Relaxation ini sangat efektif, tidak hanya mampu menyembuhkan penyakit, tapi juga mengatasi berbagai persoalan hidup.

Menurut Dr. Andreas FK, CMPp., terapi yang ia perkenalkan merupakan upaya dari menggali potensi yang sebenarnya sudah ada dalam diri tiap orang. “Kita meyakini bahwa manusia itu makhluk ciptaan Tuhan. Itu artinya, ada Roh Tuhan dalam diri kita, salah satunya adalah kekuatan untuk menyembuhkan,” jelasnya dalam rilis di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Dr. Andreas FK (berdiri) tengah memberikan training

Mungkin memang butuh orang lain untuk menggali potensi tersebut, namun intinya kekuatan itu ada dalam diri tiap pribadi. Dijelaskannya, yang dibutuhkan hanya kemauan dan keyakinan bahwa apapun penyakit yang dialami, bisa disembuhkan, apapun masalah yang dihadapi pasti ada jalan keluarnya.

Andreas FK menjelaskan, biasanya ia memulai terapi dengan mengatur pernapasan. “Saya selalu minta pasien menarik nafas pelan-pelan dari hidung, menahan beberapa detik, lalu perlahan mengeluarkan lewat mulut sembari tersenyum. Itu saja, kalau benar dijalankan, sudah bisa memberikan kita ketenangan hati,” ujar Andreas FK. Dilanjutkan dengan membuat pasien serileks mungkin (relaksasi). Sebab, dalam keadaan rileks, maka secara perlahan kesembuhan bisa terjadi dengan sendirinya. “Dalam keadaan rileks tingkat tinggi, maka tubuh akan memproduksi hormon endorfin,” kata Andreas FK.

Seseorang yang mengalami relaksasi tingkat tinggi diyakini akan membawa kesembuhan dan pemulihan bagi dirinya

Secara medis, hormon endorfin adalah zat kimia yang diproduksi sendiri oleh tubuh dan memiliki efek mengurangi rasa sakit dan memicu perasaan senang, tenang, atau bahagia. Hormon yang terdiri dari neuropeptida opioid endogen ini diproduksi oleh sistem saraf pusat dan kelenjar hipofisis.

Terapi ini tidak berlangsung lama, hanya saja dibutuhkan sebuah keyakinan kepada Tuhan dan diri sendiri, bahwa akan ada perubahan positif saat dan pasca terapi. “Yakinlah, kesembuhan akan jadi milik kita. Ketika keyakinan muncul, maka kesembuhan pun terjadi. Terapis hanya menjadi mediator dalam terapi,” tukas Andreas FK. Ditambahkan, tidak hanya sebatas penyakit dan problematika hidup, namun mencapai kesuksesan pun bisa berawal dari terapi ini. Terapi yang telah berjalan puluhan tahun ini, telah dijalani Andreas FK sudah terbukti dan teruji.

Dr. Andreas FK (duduk paling kanan) bersama peserta training

Karena semua kembali pada diri sendiri, Andreas FK tidak hanya melayani terapi saja, tapi juga memberi pelatihan selama sehari penuh untuk menjadi terapis. “Saya yakin setiap orang bisa menolong orang lain lewat terapi ini. Melalui pelatihan, maka potensi dalam diri seseorang akan lebih terangkat. Dan, ia pun bisa membantu orang lain,” serunya.

Kemampuan Andreas FK menerapkan terapi ini bermula dari pengalaman hidupnya mengalami sakit jantung, sampai harus dilarikan oleh stafnya ke RS MMC, Kuningan, Jakarta, beberapa puluh tahun silam. Saat terkulai lemah, ia mendengar suara, “Mintalah maka akan diberikan. Ketuklah, maka pintu akan dibukakan”. Sontak, Andreas FK tersadar, lalu memegang dadanya sembari berucap dengan keyakinan penuh, “Ya Tuhan, tolong sembuhkan aku”. Seketika ia merasa ada rasa tenang dalam hatinya. Setelah rehat beberapa saat, ia pun merasa pulih. Sakit di dadanya hilang dan ia pun bisa kembali ke kantornya. Bahkan, obat-obat yang ia peroleh pun tidak dikonsumsi karena setelah diperiksa dirinya sudah benar-benar sehat.

Dr. Andreas FK, memberikan sertifikat kepada Emak Ernih (88 tahun) peserta training tertua

“Saya meyakini kalau kita yakin penuh pada Sang Pencipta, maka apapun masalah dan penyakit bisa disembuhkan. Kekuatan itu justru berasal dari ketidakberdayaan (Power of powerless) kita,” tandasnya.

Dr. Andreas FK, saat melakukan studi banding mengenai terapi ini di Negeri Paman Sam

Sampai kini, Andreas FK secara rutin melayani Klien (orang yang diterapi), bukan hanya di rumah sakit, melainkan juga di rumah, bahkan di tempat umum, mengikuti keinginan Klien yang memintanya untuk diterapi. Dibantu sejumlah stafnya, terapi relaksasi ini telah memberi kesembuhan dan perubahan hidup bagi banyak orang. Bukan hanya orang sakit, orang sehatpun banyak yang diterapi. Sebelum diterapi biasanya dilakukan konsultasi dan konseling terlebih dahulu. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai terapi ini bisa disampaikan melalui acomm31@yahoo.com. (RN)