Yogyakarta, innews.co.id – Pra Kongres yang Diperluas Ikatan Notaris Indonesia (INI) telah berjalan sukses selama dua hari, 19-20 Oktober 2018.

“Kita bersyukur acara Pra Kongres INI bisa berjalan baik dan lancar. Kerja keras panitia patut diapresiasi,” kata Moch. Ikhwanul Muslimin, SH., Ketua Panitia dalam jumpa pers Penutupan Pra Kongres INI, di Hotel Alana, Yogyakarta, Sabtu (20/10).

Turut hadir pada jumpa pers tersebut, Yualita Widyadhari, SH., M.Kn., Ketua Umum PP INI, Tri Firdaus Akbarsyah, SH. MH., Sekretaris Umum, Dr. Yurisa Martanti, SH., MH., Zul Trisman, SH Ketua Tim Verifikasi, Heri Sabto, SH., Ketua Pengwil INI Yogyakarta.

Dalam keterangannya, Yualita mengatakan, “Pra Kongres berjalan lancar dan telah muncul bakal calon ketua umum sebagai hasil kerja tim verifikasi”.

Ketua Tim Verifikasi Zul Trisman menyebutkan ada 4 bakal calon ketum di antaranya, pertahana Yualita Widyadhari, Otty H.C. Ubayani, Hapendi Harahap, dan Firdhonal.

Masing-masing mendapat dukungan dari sejumlah pengwil yakni: Yualita (33 Pengwil), Otty (24 Pengwil), Firdhonal (19 Pengwil), dan Hapendi (16 Pengwil).

Juga disampaikan 8 orang bakal calon DKP, yakni Isyana Sardjawo (16 Pengwil), Firdhonal (15 Pengwil), Pieter Latumenten (14 Pengwil), Abdul Syukur (10 Pengwil), Fardian (10 Pengwil), Ardian Djuani (9 Pengwil), dan Ahmad Yulias (8 Pengwil).

Mengenai ada satu nama yang tampil sebagai bakal calon ketum dan DKP, yaitu Firdhonal, menurut Trisman, diberi waktu 90 hari untuk memilih sala satunya, mau jsdi balon ketum atau DKP.

Mengenai tempat Kongres, menurut Akbarsyah, tidak ada perubahan, tetap di Makassar, Sulsel. “Soal tempat penyelenggaraan Kongres INI 2019, kita sudah putuskan di Makassar. Dan, sejauh ini tidak ada perubahan,” ujarnya.

Sementara Heri Sabto, Ketua Pengwil, secara khusus menyampaikan terima kasih atas kehadiran para peserta Pra Kongres dari seluruh Indonesia. “Kiranya penyelenggaraan ini akan selalu dikenang oleh setiap peserta,” ujarnya.

Yualita berharap, para balon ketum bisa mensosialisasikan diri masing-masing dengan baik dan mengedepankan program-program, bukan saling menjatuhkan satu sama lain. (RN)