Menteri Dalam Negeri Tjahjo dalam Rapat Koordinasi Nasional bertajuk Simpul Strategis Pembumian Pancasila di Jakarta, kemarin

Jakarta, innews.co.id – Tantangan berat pemerintah sekarang ini adalah radikalisme dan terorisme. Karena itu, sebagai simpul dari Kementerian Dalam Negeri di seluruh tingkatan pemerintahan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memiliki tugas penting untuk memastikan nilai-nilai Pancasila berjalan dengan semestinya.

“Terlebih kunci stabilitas daerah dan nasional itu ada pada Kesbangpol, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo dalam Rapat Koordinasi Nasional bertajuk Simpul Strategis Pembumian Pancasila di Jakarta, kemarin.

Strategisnya kedudukan Kesbangpol dalam stabilitas keamanan diharapkan turut mencermati dinamika dan perkembangan yang ada serta turut andil dalam menghadapi tantangan bangsa. Termasuk juga, Kesbangpol dapat mengambil peranan dalam memberantas narkoba yang mengancam generasi bangsa.

Secara khusus, Tjahjo meminta Kesbangpol meningkatkan pengawasan terhadap ideologi yang bertentangan dengan Pancasila di seluruh lingkungan kerja tingkat nasional maupun daerah. “Jadi jelas, tugas Kesbangpol itu kedalam dan keluar,” seru Tjahjo.

Secara khusus, Mendagri meminta Kesbangpol di setiap daerah untuk memonitor WNI yang pulang dari Suriah. Dia meminta jajaran Kesbangpol memperhatikan aktivitas sehari-sehari, serta bekerja sama dengan para tokoh agama setempat.

“Musuh utama kita ialah radikalisme dan terorisme ini harus kita lawan, Kesbangpol tolong cermati dan monitor hal ini,” pinta Tjahjo.

Lebih jauh Tjahjo memaparkan bahwa dalam hal membumikan Pancasila, Kesbangpol diminta untuk bersinergi dengan pemangku kepentingan lain, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan lainnya, termasuk dalam mencermati dinamika dan persoalan yang ada. (IN)