Suasana persidangan gugatan merek Dou Bensu di Pengadukan Niaga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019)

Jakarta, innews.co.id – Perkara merek “I am Geprek Bensu Sedep Beneerr dengan Bensu yang kini tengah disidangkan di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, berlangsung menarik.

Sebagai Penggugat Ruben Samuel Onsu melayangkan keberatan atas penggunaan merek yang nyaris sama. Dalam hal ini sebagai Tergugat antara lain PT Ayam Geprek Benny Sujono (Tergugat I) dan Kementerian Hukum dan HAM RI cq Ditjen Kekayaaan Intelektual (Tergugat II).

Dalam persidangan yang berlangsung Kamis, (14/11/2019), dihadikan saksi ahli Dr. Suyud Margono, SH., MHum., FCIArb., Wakil Ketua Asosiasi Konsultan HKI Indonesia, untuk memberikan pandangan seputar kedua merek tersebut.

Menurut Suyud, pendaftaran merek yang dilakukan Tergugat I pada Mei 2017 telah memenuhi persyaratan formalitas. Sementara, merek Bensu milik Penggugat baru didaftarkan pada Agustus 2017.

“Berdasarkan pemeriksaan substantif merek milik Tergugat I telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 20 juncto 21 UU No. 20 Tahun 2016,” lanjut Suyud.

Selanjutnya, permohonan pendaftaran merek milik Tergugat I tersebut diterima dan telah terdaftar dalam Daftar Umum Merek dengan No. Registrasi IDM000643351, pada kelas 43, yang tidak sama pada pokoknya dengan Merek Bensu milik Penggugat.

Suyud menambahkan, terkait adanya gugatan pembatalan merek, maka harus dinilai terlebih dahulu apakah merek milik Tergugat memiliki persamaan secara keseluruhannya maupun persamaan pada pokoknya dengan merek Penggugat. Selain itu, Penggugat juga harus menerangkan dan membuktikan kepada Majelis Hakim Pengadilan Niaga apakah produk (barang/jasa) tersebut jasa yang sama dengan produk (barang/jasa) milik Tergugat.

“Apabila antara produk (barang/jasa) keduanya tidak sama, maka gugatan menjadi sumir,” jelas Suyud.

Dengan kata lain, tambahnya, Penggugat belum membuktikan unsur-unsur etikad tidak baik, maka tidak terpenuhi syarat gugatan pembatalan merek terdaftar yang diajukan tersebut. (RN)