Jakarta, innews.co.id – Melihat miniator produk Usaha Kecil dan Menengah dari 34 provinsi di Indonesia tidak perlu jauh-jauh lagi. Cukup mengunjungi Gedung Smesco Jakarta, kita akan bisa melihat aneka produk dari berbagai provinsi di Indonesia.

Secara langsung Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengajak masyarakat untuk berkunjung dan berbelanja ke Paviliun Provinsi di Gedung Smesco Jakarta sebagai miniatur produk UKM dari 34 provinsi seluruh Indonesia.

“Siapapun bisa datang ke Smesco dan bisa melihat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke semua produk UKM unggulan tersedia,” kata Menteri AAGN Puspayoga di Gedung Smesco Jakarta, Rabu, (18/4).

Ia mengatakan, Paviliun Provinsi menampung beragam produk unggulan UKM dari seluruh provinsi di Indonesia yang didatangkan langsung dari pengrajinnya. Paviliun Provinsi di Gedung Smesco layak disebut sebagai miniatur Indonesia dalam hal produk UKM unggulan.

Menurut Pospayoga, “Ini sebagai bentuk pemberdayaan bagi UKM sekaligus mempermudah masyarakat jika ingin mendapatkan produk UKM terbaik tanpa harus datang jauh-jauh ke sumbernya, cukup datang ke Smesco.”

Pihaknya menyediakan ruang di Paviliun Provinsi bagi UKM tanpa dipungut biaya, namun hanya dibebani pajak 10 persen. Tetapi UKM yang masuk ke jajaran pemasok harus terlebih dahulu melalui proses kurasi sehingga hanya produk terbaik dan unggulan saja yang ada di Paviliun Provinsi.

“Kita tidak mencari keuntungan di sini, semua untuk kepentingan UKM, tapi kualitas produk juga tetap kami kedepankan,” katanya.

Belum lama ini pihaknya telah melakukan revitalisasi Paviliun Provinsi untuk menampilkan wajah baru. Ia berharap dengan citra baru itu, Smesco Indonesia akan menjadi referensi terbaik untuk mencari dan mendapatkan produk lokal produksi KUKM Indonesia.

Smesco Indonesia juga akan menjadi wadah promosi produk lokal produksi KUKM Indonesia, sekaligus sebagai wadah untuk meningkatkan daya saing KUKM daerah.

Di samping itu, Menteri berharap Smesco dapat menjadi area one stop shopping bagi konsumen lokal maupun internasional yang ingin membeli produk-produk KUKM Indonesia. “Pendekatan dalam proses revitalisasi dilakukan secara terintegrasi, visitor oriented, dan dedicated to local sme agar berhasil guna,” katanya. (RN)