Tulungagung, innews.co.id – Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga berkeyakinan pondok pesantren mampu mencetak wirausaha yang tangguh dan mandiri.

“Saya yakin, karena berbasis agama, pondok pesantren mampu menciptakan sosok social enterpreneur yang tidak sekadar mencari untung semata. Melainkan wirausaha yang bisa memberikan benefit untuk kehidupan sosial masyarakat sekitar,” kata Puspayoga saat meresmikan Yayasan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri 2 di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (2/12).

Pondok Pesantren Mukmin Mandiri merupakan pondok pesantren berbasis agriwisata dan agribisnis. Ponpes Mukmin Mandiri yang pertama didirikan pada 2006 berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur.

Produk kopi produksi mereka dengan merek Kopi Raja telah mampu menembus pasar ekspor (Cina, Dubai, dan Melbourne).

“Saya percaya, di atas lahan 650 hektar di Tulungagung ini, Ponpes Mukmin Mandiri mampu terus mengembangkan unit usahanya dan jiwa enterpreneurship para santrinya,” kata Puspayoga.

Puspayoga menyebutkan, peluang para santri pondok pesantren untuk menjadi pengusaha terbuka sangat lebar. “Banyak program pemerintah yang berpihak kepada pengembangan ekonomi kerakyatan. Misalnya, Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Saat ini, suku bunga KUR sudah menjadi 7 persen pertahun dari sebelumnya sebesar 22 persen,” ujar Puspayoga.

Begitu juga dengan kebijakan pajak UKM yang sudah diturunkan menjadi 0,5 persen.

Caption Foto:
Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga tengah meresmikan Yayasan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri 2 di Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (2/12). Turut hadir dalam acara tersebut pendiri dan pengasuh Ponpes Mukmin Mandiri Prof Dr KH Muhammad Zakki, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria Simanungkalit, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mas Purnomo Hadi.

Dalam kesempatan yang sama, pengasuh Ponpes Mukmin Mandiri Prof Dr KH Muhammad Zakki mengungkapkan bahwa pihaknya akan membangun pabrik kopi di lingkungan Ponpes Mukmin Mandiri 2 di Tulungagung yang memiliki luas lahan sebesar 650 hektar.

“Insya Allah, pabrik kopi di Tulungagung akan mulai beroperasi pada Januari 2019 mendatang. Sedangkan yang di Sidoarjo sudah mampu memproduksi kopi sebanyak 15 ton perhari,” kata Prof Zakki.

Selain terus mengembangkan industri kopi, Ponpes Mukmin Mandiri juga membangun industri pengolahan madu.

“Saat ini, kita sudah memiliki sekitar 205 rumah lebah yang mampu menghasilkan madu asli berkualitas tinggi. Ke depan, kita juga bakal mengembangkan perkebunan Talas yang akan kita olah agar memiliki nilai tambah atas produk itu,” ujarnya. (RN)