Jakarta, innews.co.id – Organisasi masyarakat (ormas) harus tetap berlandaskan Pancasila serta menjauhi sikap-sikap radikalisme. Pasalnya, radikalisme telah menjadi tantangan bangsa dalam menjaga keutuhan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penegasan ini disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo saat ditemui dikawasan Pecenongan, Jakarta, Selasa (6/11).

Dijelaskannya, saat ini jumlah ormas tingkat nasional yang sah terdaftar di Kemendagri, Kemenlu, Kemenkumham, tingkat provinsi dan akta notaris berjumlah 395.454. Dengan banyaknya jumlah tersebut perlu diperhatikan pengelolaan ormas agar dapat sejalan dengan pembangunan bangsa.

“Tantangan bangsa sekarang ini radikalisme dan terorisme. Saya kira 395 ormas ini harus berani tentukan siapa kawan, siapa lawan pada perorangan, kelompok yang ingin mengacau NKRI yang mau memecah belah bangsa dan negara,” ujarnya.

Tjahjo menuturkan negara telah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berserikat dan berkumpul sesuai dengan UUD 1945. Kebebasan berserikat tersebut tetap perlu menjunjung nilai-nilai Pancasila.

Pasalnya, Pancasila telah menjadi dasar negara yang disepakati. Dengan adanya kemajemukan masyarakat Indonesia, Pancasila dapat menyatukan seluruh elemen bangsa dalam satu kesatuan.

“Peran ormas jelas memberikan kontribusi yang besar dalam menjaga keutuhan NKRI, menjaga tetap tegaknya Pancasila, menjaga tetap bersatunya kemajemukan bangsa ini, termasuk menjaga keutuhan UUD 1945,” tuturnya.

Tjahjo pun menuturkan tantangan bangsa ke depan bukan hanya soal radikalisme, namun juga aspek korupsi serta penaggulangan narkoba. Dirinya pun berharap ormas dapat berkontribusi dalam pengawasan serta memberikan ide-ide dalam mengatasi tantangan tersebut.

“Ini harus kita cermati secara seksama. Ini tanggung jawab kita bersama melawan radikalisme dan terorisme, korupsi dan narkoba,” pungkasnya. (MT)