Ketua Umum GERKINDO, Pdt. Yerry Tawalujan, M.Th., sesalkan pernyataan Ketua FKUB Papua

Jakarta, innews.co.id – Permintaan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Pdt Lipiyus Biniluk agar Ormas NU dan Ansor bisa membina dan melindungi para pemuda dan mahasiswa Papua yang ada di Pulau Jawa, pada jumpa pers di Aula FKUB Papua, Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, Selasa (20/8/2019) kemarin, dirasa janggal.

Menurut Ketua Umum GERKINDO, Pdt. Yerry Tawalujan, M.Th., seharusnya pembinaan terhadap para mahasiswa Papua di Jawa itu dilakukan oleh pihak Gereja bersama organisasi kepemudaan Kristen.

Dalam rilis yang diterima innews, Rabu (21/8/2019) malam Yerry sangat menyayangkan permintaan yang disampaikan oleh Ketua FKUB Papua tersebut agar pembinaan terhadap mahasiswa Papua di Jawa dilakukan oleh NU dan Ansor.

“Seharusnya tugas pembinaan para mahasiswa Papua itu dilakukan oleh pihak gereja dan organisasi kepemudaan Kristen. Kan para mahasiswa Papua yang belajar di Jawa itu mayoritas beragama Kristen, jadi wajar kalau pembinaannya dilakukan gereja,” tegas Yerry.

Lebih jauh Tawalujan yang juga menggagas Forum Kerjasama Ormas Kristen (FK-OK) mengatakan, sudah menjadi tugas gereja, baik aras gereja seperti PGI, PGLII, PGPI dan aras gereja lainnya bersama sinode-sinode dan organisasi kepemudaan Kristen untuk melakukan pembinaan, baik pembinaan iman maupun wawasan kebangsaan kepada para mahasiswa Papua, tidak hanya yang ada di Pulau Jawa, tapi juga di seluruh Indonesia.

Yerry dengan lugas menegaskan, “Jika tugas pembinaan terhadap mahasiswa Papua tidak dilakukan gereja atau organisasi kepemudaan Kristen seperti GAMKI dan GMKI, itu artinya menyepelekan kemampuan institusi gereja dalam melakukan pembinaan”.

“Itu sama saja, seolah Ketua FKUB Papua ingin mengatakan aras gereja seperti PGI, sinode gereja seperti GBI atau organisasi kepemudaan Kristen, seperti GAMKI dan GMKI tidak becus membina atau tidak berwawasan kebangsaan yang cukup untuk membina para mahasiswa Papua itu”, ujar Yerry Tawalujan.

Sehari sebelumnya, Pdt Lipiyus Biniluk secara terang-terangan menyampaikan, “Ke depan, kami berharap Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah di Indonesia, bersama NU dan Ansor bisa membina para pemuda dan mahasiswa Papua yang ada di Pulau Jawa dan daerah lainnya, agar tak terjadi lagi insiden yang meresahkan seperti beberapa waktu lalu”.

Pernyataan ini telah menyulut rasa ketersinggungan dari sejumlah ormas dan tokoh Kristen di tanah air. (RN)