Monirah Jafar atau Ony, abadikan hidup bagi masyarakat

Jakarta, innews.co.id – Semasa sekolah dulu di Sulawesi Selatan, ia sudah aktif berorganisasi. Pun, hingga kini, meski telah memiliki 12 cucu, dirinya masih terlibat dalam sejumlah organisasi. Ternyata, kerinduannya hanya satu, mengabdikan hidupnya untuk masyarakat luas. “Sekecil apa pun pengabdian yang kita lakukan, itu harus bisa memberi nilai lebih bagi masyarakat,” ujarnya penuh arti.

Itulah sekelumit sosok Monirah Jafar yang akrab disapa Ony, Ketua Umum Wanita Tani Indonesia yang merupakan bagian dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Organisasi yang mewadahi para perempuan petani ini telah hadir

Ony tengah memberi sambutan dalam sebuah acara Wanita Tani Indonesia HKTI

Ony telah tiga periode duduk sebagai Ketua Umum di organisasi yang membumi di Indonesia. “Mungkin sudah menjadi passion saya ya untuk berorganisasi. Karena sejak SMA saja, saya sudah menjadi Ketua OSIS. Begitu juga saat kuliah saya aktif di Senat Mahasiswa,” kisah Ony saat ditemui di kediamannya yang berhalaman luas di bilangan Jakarta Selatan, Sabtu (28/7).

Ia sempat vakum berorganisasi karena menikah dan punya anak. “Pada dasarnya Pak Jafar (Mohammad Jafar Hafsah, red) sangat mendukung saya dalam berorganisasi. Tapi tentu saya paham ketika anak-anak masih kecil-kecil saya mau fokus dulu mengurus. Tahun 1987, saya sudah kembali aktif berorganisasi,” kenang Ony.

Ditegaskannya, kerinduan hatinya lewat organisasi dirinya bisa berbuat sesuatu yang berguna untuk masyarakat banyak. “Bagi saya, dimanapun dan apa pun yang kita lakukan harus ada manfaatnya bagi masyarakat. Sekalipun mungkin itu kecil dan sederhana,” tandas wanita cantik kelahiran Soppeng, Sulawesi Selatan, 5 Oktober 1958 ini.

Ony (duduk paling kiri) bersama para pengurus WTI HKTI

Menurut Ony, dalam berorganisasi pun butuh keseriusan, ketekunan, dan sikap profesional. “Harus ada niat dan keinginan yang kuat. Organisasi jangan hanya dijadikan alat aktualisasi diri, tapi harus lebih dari itu. Bagaimana organisasi menjadi alat untuk mengabdi bagi masyarakat,” ujar ibu dari 4 anak dan nenek dari 12 cucu ini.

Dirinya bersyukur sang suami juga seorang organisatoris, sehingga paham betul bagaimana berorganisasi. Bahkan mendorong dirinya untuk terlibat aktif. “Sejak dulu rumah saya kerap jadi tempat persinggahan bagi adik-adik dari daerah. Saya sih terbuka dan senang saja menerima mereka,” ujar Ony.

Perjuangkan keadilan

Di WTI HKTI, Ony dengan gigih berjuang agar bagaimana para perempuan bisa berguna, bukan saja bagi keluarga, tapi bagi masyarakat sekitarnya. “Wanita itu kita dorong berdaya dan berhasil guna,” ucapnya.

Salah satu yang ia lakukan di WTI HKTI adalah bagaimana para wanitanya mampu mendapat pendidikan yang baik serta peningkatan kualitas ekonomi sehingga melahirkan kemandirian keluarga. “Kaum perempuan juga bisa banyak berbuat untuk keluarganya. Tidak melulu hanya bekerja di ruang domestik (rumah), tapi juga berhasil guna dengan mendidik anak dan mengurus keluarga dengan baik, serta memberi income tambahan yang mumpuni,” jelasnya.

Ony Jafar dan komitmen melayani

Dikatakannya lagi, saat ini pemerintah memang lebih fokus pada pembangtunan infrastruktur. “Namun, saya melihat peruntukkannya juga untuk para petani. Sehingga distribusi bisa lancar. Memang saya pribadi berharap perhatian pemerintah kepada kalangan petani bisa lebih besar sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang positif bagi bangsa ini dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan,” imbuh wanita yang saat ini diusung menjadi calon anggota legislatif DPRD DKI Jakarta dari daerah pemilihan DKI Jakarta 8 ini.

Menurut Ony, penting pemerintah melakukan penguatan di sektor pertanian. Karena biar bagaimana pun, sektor pertanian masih menjadi andalan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Terlibat di Kowani

Di WTI HKTI, Ony duduk sebagai Ketua Umum periode 2016-2021. Juga dirinya dipercaya menjadi salah satu Ketua di Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Beberapa waktu lalu, ia dipercaya sebagai Ketua Panitia Kowani Fair 2018 yang berlangsung sukses dan dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise serta Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo.

Kala itu, acara berlangsung semarak dan sukses. Ternyata, ini untuk ketiga kalinya Ony dipercaya menjadi Ketua Panitia. “Saya bersyukur saya untuk kepercayaan yang diberikan. Semoga itu bisa bermanfaat juga bagi para wanita di Indonesia,” harapnya.

Kepada perempuan Indonesia, Ony berharap untuk tidak merasa terpenjara dengan hal apapun yang menjadi keputusannya. “Kalau perempuan memutuskan mengurus anak dan keluarga saja, itu juga baik. Karena sebagai ‘Ibu Bangsa’, setiap wanita punya tanggung jawab mendidik generasi bangsa untuk menjadi seseorang yang cinta tanah air dan bangsanya,” kata Ony.

Lebih dari itu, Ony berharap, apa pun yang menjadi pilihan para wanita Indonesia, lakukan dengan penuh kesadaran. Bukan karena tekanan atau hal apapun. Demikian juga kepada para kaum pria, Ony berharap bisa memberi ruang kepada para perempuan untuk mengaktualisasikan dirinya dengan sebaik-baiknya, entah itu di lingkungan sekitar atau di masyarakat yang lebih luas lagi.

Ditanya soal obsesi ke depan, Ony mengatakan, “Saya bersyukur untuk apa yang Allah berikan pada saya dan keluarga selama ini. Namun, saya masih punya dream untuk bagaimana berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat luas, khususnya bagi para perempuan Indonesia. Perjuangan masih terus berlanjut, terutama bagaimana menyiapkan generasi muda yang tangguh dan bernasionalisme tinggi”.

Panggilan Ony dalam berorganisasi memang tiada pernah berakhir selama hayat di kandung badan. Ia sadar betul bahwa hidupnya memang dipanggil menjadi pelayan masyarakat lewat berbagai organisasi yang ia geluti. (RN)