Yogyakarta, innews.co.id – Sebagai imbas dicabutnya Peraturan Menteri (Permen) No. 25 Tahun 2017 tentang, maka pengangkatan notaris untuk sementara di moratorium.

Hal ini disampaikan Cahyo Rahadian Muzhar, SH., LLM., Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM, dalam pembukaan upgrading Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Hotel Alana, Yogyakarta, Sabtu (20/10).

Dikatakannya, yang terpenting adalah soal kualitas dari para notaris, bukan kuantitas. “Yang dilihat ada bagaimana kualitas. Karena dampak dari akta yang dibuat oleh notaris bisa menjadi alat bukti di pengadilan. Jadi harus hati-hati,” ujar Cahyo.

Ketum INI menyerahkan cinderamata kepada Dirjen AHU Kemenhukham

Ditegaskannya, bagi ALB yang sudah mengikuti ujian dan lulus, akan diangkat. Sementara yang sudah keburu mendaftar, karena digugurkannya Permen No. 25, maka ujian pun ditiadakan.

“Kita akan buat pelatihan-pelatihan saja. Intinya, kami dari Kementerian Hukum dan HAM tidak akan berhenti memberikan pendidikan dan pelatihan kepada para notaris,” kata Cahyo.

Ditambahkannya, Permen ditargetkan akan keluar secepatnya. “Kita perlu masukan juga dari organisasi dan masyarakat luas.

Kita ingin ada kepastian. Mudah-mudahan masyarakat, bahkan yang menggugat Permen bisa mengerti bahwa keberadaan Permen ini untuk kebaikan, baik bagi notaris sendiri, dimana mereka bisa percaya diri dalam melaksanakan tugasnya. Demikian juga masyarakat bisa aman.

“Menjadi tugas kami (Kemenhukhan) untuk menyiapkan notaris-notaris yang profesional dan kredibel. Mau di challenge bagaimana pun, akan terus seperti itu,” kata Cahyo.

Mengenai Pra Kongres INI, Cahyo mengatakan, kiranya INI bisa tetap solid dan tidak terpecah-pecah. Karena soliditas itu penting sekali. (RN)