Muslihaini Ketua DPC PPJI Jakarta Timur memberika keterangan kepada innews, Selasa (11/2/2020)

Jakarta, innews.co.id – Tiga dari empat nama katering yang brosurnya tertera dalam pemberitaan di laman detik berjudul Wedding Organizer Penipu, 5 Februari 2020 lalu, merupakan anggota Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Cabang Jakarta Timur.

Menyikapi persoalan tersebut, Muslihaini Ketua DPC PPJI Jakarta Timur kepada innews, Selasa (11/2/2020) menjelaskan, 3 katering yang merupakan anggotanya antara lain, Nugroho Catering, Dava Catering, dan Dunia Catering.

“Benar, anggota PPJI melaporkan kasus tersebut pada saya. Ini kesalahan fatal, sebab yang bermasalah Wedding Organizer (WO) kenapa yang dipajang brosur-brosur katering yang sama sekali tidak ada ikatan kerja dengan WO tersebut,” kata Muslihaini.

Dikatakannya, setelah coba dikonfirmasi kepada ke-3 katering, ternyata mereka tidak pernah menjadi rekanan atau bekerja sama dengan WO Panda Manda. Bahkan tidak mengenal.

Kasus seperti ini sebenarnya juga pernah terjadi sebelumnya. Hanya saja, kurang ter-blow up. Baru kasus ini mencuat dan menjadi perhatian publik.

Menindaklanjuti hal tersebut, tambah Muslihaini, salah satu katering sudah mendatangi kantor detik dan meminta klarifikasi. “Setelah didatangi, pihak detik sudah menghapus foto tersebut. Mungkin itu sebagai bentuk pertanggungjawaban mereka,” ujarnya.

Sebenarnya, PPJI DPC Jakarta Timur sudah menyiapkan surat keberatan untuk disampaikan ke pihak detik.

Ditanya soal.menjamurnya WO, Muslihaini, dikarenakan banyaknya wedding expo. Hampir setiap bulan ada wedding expo. “Nah, WO yang tampil bisa jadi belum memiliki izin, tapi sudah nekat berani tampil. Menawarkan harga murah yang pastinya menarik konsumen. Akibatnya, ya seperti ini,” jelasnya.

Untuk itu, dia berharap pengurus antar-organisasi bisa duduk bersama membicarakan hal ini.

Karena itu, Muslihaini berharap konsumen pun lebih berhati-hati dalam memilih WO dan katering. “Harus dicek jelas bahwa WO nya punya kantor jelas, demikian juga kateringnya,” jelasnya.

Upaya antisipasi dari PPJI juga dengan mendatangi gedung-gedung yang biasa dipakai untuk acara wedding. “Saya berharap dengan adanya komunikasi, maka hal-hal seperti ini bisa diminimalisir,” pungkasnya. (RN)