Yogyakarta, innews.co.id – Dua program unggulan siap diimplementasikan oleh Nadrah Izahari, SH., M.Kn., calon legislatif untuk DPR RI dari PDI-Perjuangan untuk daerah pemilihan Jawa Tengah 8 yang meliputi Cilacap dan Banyumas.

Kedua konsep yang sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di dapilnya adalah mengakomodir dan memberikan kemudahan kepada lembaga-lembaga, kelompok-kelompok atau unit-unit yang ingin memiliki badan hukum. Ini bertalian dengan kucuran dana desa yang tengah gencar-gencarnya didengungkan oleh pemerintah.

“Selama ini mereka kesulitan dalam mengurus perizinan sehingga tidak mendapat dana desa. Dengan memiliki legalitas hukum, maka otomatis mereka bisa mendapatkan dana desa,” kata Rara–panggilan akrab Nadrah yang mendapat nomor urut 3 ini.

Hal kedua, dirinya juga akan secara aktif mensosialisasikan program pemerintah yang berkaitan dengan PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap).

“Masyarakat yang memiliki tanah, namun belum punya sertifikat harus mendapatkan haknya. Selama ini, penyuluhan dilakukan oleh kalangan akademisi. Tapi itu sifatnya teoritis. Sementara saya langsung action ke lapangan,” seru Rara.

Lebih jauh Rara menjelaskan, masuknya ia melalui dapil 8 itu sesuai dengan penugasan partai pada dirinya. “Saya ditugaskan ikut Pileg lewat dapil Jawa Tengah 8 yang merupakan dapil saya di tajun 2014. Karena itu, sebagai kader, tentu saya harus tunduk pada instruksi partai,” ujar Rara.

Dirinya sendiri pada periode 2004-2009 telah duduk sebagai Anggota DPR RI di Komisi III. Namun, pada Pileg 2009-2014, ia kurang beruntung. Begitu pun pada 2014-2019 ia ditugaskan melalui dapil Lampung 2, namun kembali Rara kurang beruntung.

Pada Pileg 2019, Rara kembali ditugaskan lewat Jawa Tengah 8. Kini, dirinya sangat siap untuk maju pada Pileg 2019.

“Saya hanya akan berikhtiar dan berjuang untuk kepentingan masyarakat. Ini sesuai dengan motto saya ‘Bergerak Berjuang Bersama Rakyat’. Selebihnya urusan Yang Diatas,” ucapnya.

Harapannya, perjuangan yang ia lakukan kepada masyarakat bisa diterima dengan baik.

“Saya mau kasih kail, bukan ikan kepada masyarakat di dapil saya. Kail itu lebih berguna karena dengan kail dari saya, masyarakat bisa memperoleh ikan yang jauh lebih banyak dari pada langsung saya kasih ikannya,” tukas Rara. (RN)