Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo

Jakarta, innews.co.id – Saat ini jumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tumbuh signifikan, sudah mencapai 39.000. Sebelumnya berjumlah 30.000.

Hal tersebut dikatakan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo di Perpustakaan Nasional, Senin (24/9).

Dikatakannya, saat ini ada lima sektor yang dinilai terus berkembang, di antaranya adalah sektor pascapanen, Pariwisata, Bank Sampah, dan Perikanan.

“Masih on the track kok, sekarang BUMDes sudah ada sekitar 39.000,” ujar Eko.

Pada Mei 2018 lalu, jumlah BUMDes sekitar 30.000 dan belum ada setahun sudah meningkat sebesar 9.000. Angka tersebut diklaim telah melebihi target sebesar 5.000 BUMDes selama lima tahun.

Meski begitu BUMDes belum terdapat di seluruh desa di Indonesia. Total desa di Indonesia sebanyak 74.958 desa. Eko bilang, hambatan dalam pembuatan BUMDes adalah sumber daya manusia yang kurang berkualitas.

Mengatasi hal tersebut dirinya akan memberikan pelatihan pada masyarakat pedesaan. “Oleh karena itu kita akan segera mempersiapkan pelatihan untuk masyarakat desa salah satunya dengan BUMDes,” tambah Eko.

Saat ini, Kemdes PDTT di bawah koordinasi Kementerian PMK mengakui BUMDes mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan. Selain itu BUMDes yang memiliki potensi tinggi akan mendapatkan bantuan barang sebesar Rp 50 juta hingga Rp 70 juta per unit usaha. (IN)