Para sahabat Nenden Esty Nurhayati menggagas acara bertema 'Kupas Tuntas Contract Drafting: Tips dan Trik Notaris Terhindar Dari Jebakan Perjanjian Kerjasama' di Hotel Olympic Renotel, Sentul, Bogor, Selasa (10/12/2019) dengan pembicara Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D., Guru Besar FH-UI, dan Akhiar Salmi, SH., MH., Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia yang juga mantan Majelis Pusat Pengawas Notaris

Bogor, innews.co.id – Notaris kerap ‘terjebak’ pada kasus hukum perjanjian kerjasama. Seringkali para notaris ikut digugat, bahkan dianggap turut serta melakukan perbuatan melawan hukum. Padahal, sebagai seorang pejabat negara, notaris hanya dimintakan membuat akta atau surat perjanjian dari para pihak.

Guna menghindari ‘jebakan’ yang kerap mengintai tersebut, dipandang perlu memperlengkapi para notaris dengan tips dan trik agar terhindar dari jebakan perjanjian kerjasama.

Para sahabat Nenden Esty Nurhayati pun menggagas acara bertema ‘Kupas Tuntas Contract Drafting: Tips dan Trik Notaris Terhindar Dari Jebakan Perjanjian Kerjasama’ yang diadakan di Hotel Olympic Renotel, Sentul, Bogor, Selasa (10/12/2019). Tampil sebagai pembicara Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D., Guru Besar FH-UI, dan Akhiar Salmi, SH., MH., Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia yang juga mantan Majelis Pusat Pengawas Notaris.

Dalam uraiannya, Akhiar menjelaskan bahwa dasar agar terhindar dari jebakan hukum adalah menjalankan kewajiban sebagai notaris dengan benar dan menjauhi segala hal yang dilarang. “Yang banyak terjadi seringkali notaris belagak berperan sebagai mediator. Padahal, tugas notaris sudah jelas,” kata Akhiar.

Sementara itu, Hikmahanto secara gamblang meminta para notaris untuk mencermati setiap perjanjian yang ditangani, tidak asal terima job saja. “Kita harus cermati dan dalami setiap perjanjian yang ditangani. Lihat potensi-potensi hukum yang bisa saja terjadi dalam suatu perjanjian,” serunya.

Nampaknya tema yang diangkat begitu menarik dan linier dengan pengalaman para notaris. Tak heran dalam sesi tanya jawab, banyak kejadian dan pengalaman terungkap. Namun dengan telaten baik Hikmahanto maupun Akhiar memberi solusi.

Sementara itu, Nenden Esty Notaris/PPAT di Kabupaten Bogor yang digadang-gadang menjadi salah satu calon kuat Ketua Ikatan Notaris Indonesia (INI) Kabupaten Bogor ini mengakui seringkali notaris terseret pada pusara kasus hukum, sekalipun hanya sebagai saksi. Ini juga yang mendorongnya mengadakan diskusi tersebut.

“Kita mau memberi pemahaman dan solusi kepada para notaris bilamana tersangkut masalah hukum,” ujar Nenden seraya mengatakan bahwa edukasi dan advokasi menjadi 2 hal penting yang harus terus diimplementasikan pada kepengurusan mendatang. (RN)