Jakarta, innews.co.id – Menyongsong tahun politik 2018 dan 2019, secara khusus dua organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menyerukan semua pihak menjaga suasana tenang.

Dua event politik, Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 seyogyanya dijaga agar tetap berada dalam koridor keindonesiaan, kesejahteraan, dan menjaga keutuhan Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Besar NU Said Aqil Siroj dalam keterangan pers bersama antara Muhammadiyah dan NU di Jakarta, beberapa hari lalu menyatakan, “Menghadapi tahun politik, mari songsong dengan tenang dan santai. Pesta demokrasi harus disambut dengan gembira, tidak ada ketegangan. Jangan hanya karena lima menit pencoblosan di bilik suara menghancurkan persaudaraan yang telah berlangsung lebih dari 70 tahun ini”.

Baik NU maupun Muhammadiyah berpandangan demokrasi adalah cara bangsa untuk membuat perubahan yang positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam demokrasi perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan sehingga dibutuhkan kerelaan untuk menerima perbedaan pendapat.

Sementara itu, Haedar Nashir Ketua Umum PP Muhammadiyah meyakini bahwa elite dan warga bangsa Indonesia bisa mengelola dinamika tahun politik dengan baik karena sudah punya pengalaman sejarah yang matang.

“Merusak persaudaraan karena kepentingan politik adalah sangat buruk,” tegas Said Aqil. Sementara itu Haedar mengajak, “Jangan sampai di tahun politik demokrasi hanya untuk demokrasi. Mari bawa demokrasi ini pada kemajuan untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan sosial”.

Warga Muhammadiyah dan NU diminta untuk sama-sama membangun iklim yang kondusif dalam kehidupan yang beragam di tengah gencarnya penyebaran informasi hoaks di media sosial. Baik NU maupun Muhammadiyah menegaskan komitmen untuk mengawal konsensus para pendiri bangsa bahwa Pancasila dan NKRI adalah bentuk final bernegara dan berbangsa.

Ditegaskan pula, langkah untuk meningkatkan kualitas hidup warga, terutama dengan pendidikan karakter di semua tingkatan pendidikan, dan pelayanan kesehatan. (RN)