Vicky W. Kartiwa Ketua Umum Perempuan Jenggala memberikan bantuan secara simbolis kepada warga di Villa Nusa Indah, Bogor, Sabtu (11/1/2020)

Bogor, innews.co.id – Para istri menteri yang tergabung dalam organisasi sosial OASE KIM bersama Perempuan Jenggala dan komunitas lainnya mengadakan bakti sosial di Villa Nusa Indah, Desa Bojong Kulur, Bogor Jawa Barat, Sabtu (11/1/2020).

Bentuk solidaritas ini merupakan kolaborasi sejumlah komunitas yang merupakan Sahabat Oase KIM, yakni Perempuan Jenggala, Yayasan Perempuan Untuk Negeri, Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari, Yayasan Batik Indonesia, Ikatan Istri Partai Golkar, Dharma Pertiwi, PPLIPI, LCJM MOVAST, PSKD 1.

Sejak pagi hari, rombongan Perempuan Jenggala (PJ) yang dipimpin langsung ketua umumnya Vicky W. Kartiwa telah tiba fan disambut hangat oleh warga di Villa Nusa Indah.

Perempuan Jenggala lakukan aksi sosial membantu warga terdampak banjir di Villa Nusa Indah, Bogor, Sabtu (11/1/2020)

Menurut Vera Ketua Bidang Humas PJ, bantuan yang diberikan antara lain, 350 paket makanan KFC, 350 air mineral VIT gelas, 400 air mineral galon, 200 buah hygiene kit (sos + sikat), 200 buah kemeja putih, dan 100 buah selimut.

Dalam keterangannya Vicky Kartiwa mengatakan, pihaknya sangat prihatin begitu banyak masyarakat yang terdampak banjir. “Kami berharap hal seperti ini tidak terulang kembali karena sangat mengganggu aktifitas warga,” ujarnya.

Vicky berharap bantuan yang diberikan kiranya bisa membantu masyarakat di daerah tersebut.

Vicky Kartiwa tampak berdialog dengan warga Villa Nusa Indah, Bogor, saat memberi bantuan, Sabtu (11/1/2020)

Dia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengulurkan tangan, membantu saudara-saudara yang tertimpa bencana. “Saya berharap pemerintah lebih serius lagi dalam melakukan penataan daerah beserta sarana dan prasarananya,” imbuhnya.

Curah hujan yang tinggi telah mengakibatkan daerah Villa Nusa Indah terendam banjir akibat luapan Sungai Cikeas. Wilayah tersebut terbilang terparah yang terkena banjir. Meski banjir telah surut, namun endapan lumpur masih menjadi pemandangan di daerah tersebut. Dari 22 RW di Villa Nusa Indah, sekitar 26.000 warga terdampak banjir. (RN)