Para pengurus DPP Kowani

Jakarta, innews.co.id – Serangkaian kegiatan yang diikuti dalam CSW 62 yang berlangsung 12 – 23 Maret 2018 di Amerika Serikat memang cukup melelahkan. Namun, ada banyak hal yang diperoleh, terutama bisa melihat keberadaan dan perjuangan perempuan di berbagai negara di dunia.

Ditemui di DPP Kowani, Rabu, (4/4), Dr. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., memberikan “oleh-oleh” dari negeri Paman Sam. Menurut Giwo, sepanjang mengikuti berbagai acara di Sidang CSW 62, mata kita dibukakan untuk melihat betapa kaum perempuan di seluruh dunia, khususnya di negara-negara berkembang sama-sama berjuang, baik itu dalam perannya di ruang domestik maupun di ranah publik.

Dalam persidangan tersebut, para delegasi dari berbagai negara juga berkomitmen untuk terus memperjuangkan nasib kaum perempuan, utamanya yang tinggal di pedesaan, daerah pinggiran, serta dari kalangan masyarakat kurang mampu.

Dr. Giwo Rubianto Wiyogo Ketua Umum DPP Kowani

Menurut Giwo, perempuan di pedesaan memiliki tantangan (challange) sekaligus kesempatan (opportunity). “Tantangan bisa kita hadapi dengan memanfaatkan kesempatan,” kata Giwo.

Lebih dari itu, Giwo mengatakan untuk mengangkat derajat perempuan, maka peran negara sangatlah besar. Salah satunya adalah bagaimana membuka akses seluas-luasnya bagi perempuan, baik dalam hal pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Ini juga berkaitan dengan upaya pemerintah memperbaiki infrastruktur serta sarana dan prasarana publik sehingga lebih mudah diakses. Demikian halnya soal teknologi.

“Kalau saja pemerintah bisa membuka jaringan komunikasi sampai daerah terpencil dan pinggiran, maka secara otomatis kaum perempuan pun akan semakin cerdas,” kata Giwo.

Berkaca pada kinerja Pemerintahan Joko Widodo saat ini, Giwo berkeyakinan berbagai perbaikan yang disebutkan tadi akan secara simultan dilakukan. Demikian juga ke depan, bila Jokowi kembali dipercaya menjadi Presiden RI, maka pembangunan, termasuk kaum perempuan akan semakin giat lagi dilakukan.

Pada kesempatan itu Giwo juga mengajak kaum perempuan di Indonesia untuk bersatu, sehingga dalam memperjuangkan sesuatu hal bisa dilakukan bersama-sama. “Kita akan terus memperjuangkan nasib perempuan dan anak di Indonesia,” tandas Giwo. (RN)