Suasana Focus Group Discussion (FGD) yang digagas oleh Pengurus Pusat Wanita Islam di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (27/11/2019), dimana salah satu pembicaranya Ony Jafar Hafsah Caketum Kowani 2019-2024

Jakarta, innews.co.id – Kaum perempuan jangan hanya jadi penonton saja di era revolusi industri 4.0. Harus bisa mengambil peran, tidak hanya sebagai users, tapi bisa menjadi pelaku usaha.

Harapan ini disampaikan Ony Jafar Hafsah, SE., Ketua Kowani dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digagas oleh Pengurus Pusat Wanita Islam di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (27/11/2019). Menurut Ony, Kowani terus mendorong perempuan Indonesia untuk memahami 4.0. Karena itu, hasil FGD akan menjadi materi pembahasan di Kongres Kowani XXV di Jakarta pada 3-4 Desember 2019 nanti.

Ony menjelaskan, era teknologi 4.0, ibarat 2 sisi mata uang, ada bernilai positif dan negatif. Positifnya, ini menjadi tantangan kedepan dimana kalau perempuan Indonesia bisa sejahtera, otomatis kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual akan diminimalisir.

Ony Jafar Hafsah (kiri) bersama Prof. Dr. Valinka Singka Subekti, M.Si.

Diakui Ony, banyaknya jumlah perempuan di Indonesia membuat pemerintah dan pihak-pihak lainnya harus lebih bekerja keras untuk memberi pemahaman soal keberadaan 4.0. ini. “Kita butuh ekstra kerja keras untuk mendorong perempuan Indonesia lebih memahami kemajuan teknologi,” ujar Ony kandidat Ketua Umum Kowani periode 2019-2024 nanti.

Diri memastikan bila kelak terpilih, maka salah satu program utamanya adalah bagaimana perempuan Indonesia melek teknologi dan memahami 4.0.

FGD dipadati perempuan lintas organisasi di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (27/11/2019)

Tidak itu saja, dirinya memastikan akan menggandeng kelompok perempuan dari generasi milenial untuk turut berkiprah di Kowani. “Kita harus memberi tempat kepada generasi milenial. Bukan hanya untuk regenerasi, namun merekalah pemilik zaman sekarang. Tentunya kehadiran mereka akan mendorong Kowani lebih inovatif dan kreatif dalam mengadaptasi perubahan zaman,” tutur Ony yang juga Ketua Umum DPP Wanita Tani HKTI ini.

Menanggapi ajakan Ony, Septi Rahmawati Ketua Umum Kopri Pengurus Besar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri mengaku sangat senang. “Sebagai generasi yang produktif, tentu kita sangat senang bila bergabung dan berjuang bersama di Kowani,” kata Septi.

Masing-masing ormas perempuan melontarkan pemikiran yang akan menjadi bahan pembahasan dalam Kongres Kowani, Desember 2019 nanti

Dia menambahkan, “Kita harus memanfaatkan energi yang dimiliki untuk melakukan hal-hal positif, khususnya bagi perempuan Indonesia”.

Selain Ony, tampil juga pembicara lain yakni Prof. Dr. Valinka Singka Subekti, M.Si., dan Ir. Nita Yudi, MBA. Valinka memaparkan mengenai pentingnya mendukung RUU PKS yang saat ini tengah bergulir pembahasannya.

Ony Jafar Hafsah (kiri) bersama Septi Rahmawati Ketua Umum Kopri Pengurus Besar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia

Sementara Nita Yudi mengajak para perempuan untuk mau menjadi enterpreneur. “Potensi perempuan dalam dunia bisnis sangat besar. Tidak hanya untuk aktualisasi diri, tapi juga bisa mendukung perekonomian keluarga,” tukas Nita.

Pada kesempatan itu, sejumlah ormas perempuan memberikan masukan berharga sebagai ‘kontrak politik’ yang akan dibawa oleh Ony sebagai rekomendasi dalam Kongres Kowani di Jakarta. (RN)