Jakarta, innews.co.id – Ketidakhadiran para tergugat pada sidang perdana gugatan sejumlah anggota Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Oktober 2018 lalu, disayangkan oleh sejumlah pihak.

Bahkan banyak pihak menilai ada kesan para tergugat meremehkan gugatan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, anggota IPPAT yang berwilayah kerja di Cirebon Oscar Fredyan, SH., MKn., ketika dikonfirmasi lewat pesan mayanya, Rabu (21/11) mengatakan, wajar saja “kesan” (meremehkan) tersebut, karena mungkin menganggap 14 anggota ini (penggugat, red) hanya sebagian kecil dari anggota IPPAT. Hanya kerikil biasa dan tidak tajam, sehingga tidak perlu repot-repot diladeni. Selain itu, merasa kasus ini seperti tidak berimplikasi apa pun terhadap anggota IPPAT.

Meski begitu, bagi Oscar, hadir atau tidaknya para pihak itu merupakan hak para tergugat yang harus juga dihormati.

“Mungkin saja ada kesibukan atau mungkin belum sampainya panggilan ke beliau-beliau itu. Dalam persidangan hal tersebut merupakan hal yang biasa saja,” ucapnya.

Bagi Oscar sendiri, musyawarah merupakan upaya yang harus didahulukan oleh para pihak dalam berorganisasi.

“Kami juga sangat terbuka untuk bermusyawarah. Bahkan lembaga peradilan juga memberikan kesempatan tersebut, sepanjang bisa diselesaikan secara musyawarah, meninggalkan ego masing-masing, maka niscaya semua akan terselesaikan dengan baik,” ucapnya.

Ditanya harapannya, Oscar mengatakan, kiranya hal ini bisa diselesaikan melalui mediasi.

“Yang terutama harapan kami sampai sidang-sidang berikutnya, para Pengwil agar bersabar untuk tidak melakukan konferwil. Ini sebagai wujud menghargai proses hukum yang ada,” tandasnya. (RN)