Jakarta, innews.co.id – Politik harus terpisah dari agama. Kalau politik pasti keinginannya bermacam-macam, bahkan keinginan yang memaksakan kehendak. Di dalam agama kehendak itu kan tidak boleh dipaksakan. Jadi berbeda.

Penegasan itu disampaikan Oesman Sapta Odang, Ketua DPD RI di Gedung Nusantara III, Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4), sekaligus mengkritik balik Amien Rais yang beberapa waktu lalu terkesan membawa-bawa agama dalam dunia politik.

Dikatakan OSO, sapaan akrabnya, agama itu betul-betul memberikan pencerahan, pemahaman, marwah, dan martabat kepada semua umat manusia.

“Apa yang disampaikan Amien Rais, tidak perlu didengar,” ujarnya keras.

Lebih jauh OSO mengatakan, Pak Amein emang gitu orangnya. “Pak Amien umurnya juga cukuplah. Saya juga umurnya, tua dikitlah. Saya 70 tahun, Pak Amien lebih dikitlah. Kan kita ingin supaya agama kita itu menarik bagi semua umat, bukan hanya Islam, namun semua umat manusia,” ujarnya.

OSO yang juga Ketua Umum DPP Partai Hanura mengaku bukan juga orang yang terlalu santri, tapi kewajibannya sebagai orang Islam dilakukan dengan baik.

“Ya, saya turut di dalam membangun ke-Islaman, turut membangun masjid, turut membangun marwah dari agamanya saya. Tanpa harus mengurangi atau menjelekkan agama lain,” tegas mantan Wakil Ketua MPR RI periode 1999-2004 itu.

OSO mengajak semua pihak berani mengatakan, agamamu, agamamu dan agamaku, agamaku. Selain itu, dia mengajak semua orang berani mengatakan bahwa politik harus terpisah dari agama.

“Saya tidak menyalahkan, ya boleh saja orang mengatakan apa, tapi menyangkut soal agama, setiap manusia yang beragama dia pasti akan membela kepentingan agamanya, tapi bukan berarti harus menjelakkan agama yang lain, karena itulah gunanya Pancasila,” ucapnya. (IN)