Jakarta, innews.co.id – Sidang gugatan Kongres VII IPPAT di Makassar di PN Jakarta Barat, pekan depan bakal memasuki tahap mediasi. Ada harapan baru akan tuntasnya kasus ini.

“Saya melihat ini bagian dari upaya membenahi organisasi. Jadi, bagaimana organisasi bisa berjalan lebih baik, pengurusnya benar-benar legitimate,” ujar Otty H.C. Ubayani, SH., Sp.N., MH., salah satu turut tergugat, saat dimintai komentarnya mengenai mediasi, di Jakarta, Jum’at (11/1/2019).

Menurutnya, berorganisasi harus santun. Jangan sampai muncul penyelewengan-penyelewenangan yang justru bisa merendahkan martabat organisasi itu sendiri (zero fraud).

Otty (keempat dari kiri) dan rekan-rekan berjuang bersama

“Jadi, gugatan itu semacam shock theraphy. Karena memang saya lihat banyak pengurus yang enggan melakukan konferwil karena tidak mau jadi tergugat” terang Otty.

Ditanya soal kemungkinan diadakan Kongres Luar Biasa (KLB), yang menurut Habib Adjie sebagai jalan tengah yang akan memberikan hak pada semua, Otty nampak sependapat.

“Kalau dibicarakan duduk bersama tidak bisa, ya memang harus KLB,” tandas Otty.

Otty Ubayani (kedua dari kiri), berharap mediasi tuntaskan kasus IPPAT

Dan lagi, lanjutnya, pengurus juga tidak akan tenang bekerja karena akan terus ‘diganggu’ anggota yang tidak mensupport. “Bagaimana kita bikin kegiatan yang kurang disupport oleh anggota,” tukas Otty.

Otty berharap akan didapat solusi yang baik dalam mediasi nanti, sehingga masalah IPPAT tidak berlarut-larut. (RN)