Jakarta, innews.co.id – Jakarta sudah tidak ‘sehat’ lagi bagi orang untuk beraktifitas lantaran sudah demikian crowded. Pemindahan Ibu Kota menjadi salah satu solusinya.

Penegasan ini disampaikan Otty Hari Chandra Ubayani Panoedjoe, SH., Sp.N., MH., Notaris/PPAT senior dalam sebuah kesempatan wawancara dengan innews, di kawasan Menteng, Jakarta, Jum’at (30/8/2019).

Menurut Otty, seperti di Amerika, dimana pusat pemerintahan berbeda dengan pusat bisnis. “Jadi, saya setuju saja kalau Ibu Kota dipindah. Pusat pemerintahan di Kalimantan Timur, sementara pusat bisnis dan ekonomi tetap di Jakarta,” tutur Otty.

Otty Ubayani saat mengikuti Peringatan Kemerdekaan RI Ke-74 di Istana Negara, Jakarta

Spesifik bagi para notaris, lanjut Otty, dengan dipindahnya Ibu Kota, maka otomatis ada perubahan klasifikasi daerah. Dengan begitu, maka bisa terjadi pemerataan bagi para notaris.

“Selama ini notaris di daerah dengan klasifikasi D, tidak bisa masuk ke Jakarta yang punya kluster A, meskipun sudah berpengalaman dan dari sisi usia sudah tua. Nantinya, aturan ini harus dirubah sehingga memberi kesempatan notaris-notaris daerah yang senior untuk bisa masuk ke Jakarta atau Ibu Kota yang punya klasifikasi A,” urai Otty.

Dia menambahkan, kedepan harusnya klasifikasi didasarkan pada pengalaman kerja serta kemampuan (skill) meng-handle pekerjaan-pekerjaan yang sulit, bukan daerah. “Diharapkan pemindahan Ibu Kota membawa hikmah tersendiri bagi para notaris,” tutur Otty.

Otty Ubayani melihat pemindahan Ibu Kota sebagai peluang bagi peningkatan kerja para notaris/PPAT

Bagi para notaris yang ada di Jakarta, kata Otty, kemungkinan akan membuka kantor di Kalimantan Timur. “Meski pengurusan dokumen sekarang banyak online, namun ada beberapa hal yang membutuhkan pengurusan langsung ke pihak-pihak terkait,” imbuh Otty sembari memastikan dirinya akan membuka kantor juga di Ibu Kota yang baru nantinya.

Kepada para notaris, Otty mengharapkan untuk bersiap diri. “Fokuslah memikirkan hal-hal besar demi kemajuan, bukan hanya mengurusi tetek bengek persoalan-persoalan internal, apalagi hanya mengurusi kepentingan sempit kelompoknya saja,” tukas Otty menutup perbincangan. (RN)