Jakarta, innews.co.id – Ikatan Notaris Indonesia (INI) kini sudah menatap Kongres yang sedianya akan diadakan sehabis Pemilu 2019. Serangkaian persiapan tengah dilakukan. Pun sejumlah nama telah mencuat ke permukaan untuk diusung sebagai Ketua Umum INI periode 2019-2022.

Ditemui di sela-sela persiapan Rapat Pleno II di Graha Pengayoman, Kementerian Hukum dan HAM, Senin (17/9), Mugaera Djohar Arifin, SH., M.Kn., Kepala Bidang Humas Pengurus Pusat INI menjelaskan, ada banyak pekerjaan yang telah dilakukan INI di masa kepengurusan 2016-2019, dalam waktu 2,5 tahun ini.

Salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas baik negeri maupun swasta dalam hal memperbaiki kurikulum magister kenotariatan. Demikian juga telah ada kerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya UMKM. 

PP INI juga telah menandatangani MoU dengan BPJS Kesehatan. Selama ini yang tercover oleh BPJS adalah tenaga kerja, sementara notaris ini bukan pekerja, tapi pejabat umum. Tapi kita dibantu oleh para staf. Karena itu, harus juga tercover oleh BPJS. Demikian juga karyawan kita bisa dilindungi oleh BPJS.

Secara internal, kata Mumoe–sapaan akrab Mugaera, juga sudah kerap dilakukaan pelatihan, upgrading,  atau seminar-seminar nasional, baik yang dilakukan oleh pengurus wilayah bekerja sama dengan PP. “Sekitar 1,5 tahun lalu kami membuat seminar internasional di Bali yang dihadiri oleh notaris dari berbagai negara. Juga dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo,” terang Mumoe.

Demikian juga INI sudah bekerja sama dengan BNI dalam pembuatan KTA seperti ATM. Pun pembayaran pekerjaan ke AHU bisa melalui BNI lewat aplikasi, sehingga para notaris tidak perlu lagi ke teller. 

Terakhir, PP INI mengadakan MoU dengan Kapolri, sekitar awal September 2018 menindaklanjuti MoU sebelumnya yang sudah berakhir 2016. 

“Kami memberi masukan kepada Kapolri mengenai apa itu notaris dan apa saja kewenangannya sehingga di lapangan tidak terjadi salah tangkap. Selama ini banyak notaris yang terbawa-bawa dalam kasus hukum. Padahal, peran notaris hanya membuatkan akte saja. Intinya, tugas notaris hanya mencatatkan saja sesuai keterangan dari kliennya. Dalam hal ini tentu notaris tidak terlibat bilamana ada masalah wanprestasi antara kliennya dengan pihak lain,” urainya.

Rapat Pleno

Pada Selasa 18/8, PP INI akan mengadakan Rapat Pleno yang akan membahas sejumlah program dari masing-masing bidang untuk dievaluasi bersama. “Dengan begitu kita akan tahu apa yang akan kita lakukan menjelang Kongres INI 2019 nanti,” jelas Mumoe.

Tidak itu saja, lanjut Mumoe, dalam Rapat Pleno ini juga akan dibahas mengenai agenda Pra Kongres yang akan diadakan di Yogyakarta, Oktober 2018 nanti. Salah satu agenda pentingnya melaporkan hasil-hasil penjaringan nama-nama bakal calon Ketum INI dan Dewan Kehormatan Pusat. Nanti akan diverifikasi untuk selanjutnya ditetapkan sebagai calon ketum dan DKP.  

Diperkirakan jumlah notaris yang terdaftar di AHU dan INI sekitar 17.000 orang di seluruh Indonesia. (RN)