Parsaulian Tambunan, siap maju menjadi calon legislatif pada Pemilu 2019

Jakarta, innews.co.id – Masih terbilang sedikit orang yang benar-benar menaruh kepedulian terhadap nasib generasi bangsa. Bagaimana mencetak generasi unggul yang siap menatap dunia kerja.

Salah seorang yang concern memikirkan hal tersebut adalah Dr (c) Drs. H. Parsaulian Tambuhan, M.Pd., pengusaha papan atas sekaligus tokoh intelektual asal Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang mau berjerih lelah memikirkan konsep untuk mendorong generasi muda memiliki karakter kuat serta sanggup bersaing dalam dunia kerja.

Diawali tahun 1993, ia mendirikan berbagai kursus seperti komputer, akuntansi dan Bahasa Inggris, lalu meningkat dengan dibukanya lembaga pendidikan formal yakni, SMK, SMA Plus serta Politeknik di daerah Sipirok. Demikian juga lembaga pendidikan informal dengan berbagai jenis pelatihan seperti Welding, Bahasa Jepang, Akuntansi, Perpajakan, dan Komputer.

Sekolah yang ia dirikan berbasis boarding school, di mana para siswa diasramakan. “Saya membuka sekolah untuk mempersiapkan generasi muda yang siap bekerja,” ujar Pak Lian, sapaan akrab pria low profile kelahiran Sipirok, Tapanuli Selatan, 27 Maret 1966 ini saat ditemui di ruang kerjanya di wilayah Bekasi, Rabu, (5/7).

Memang sejak dulu, selain dunia pendidikan, Pak Lian juga concern dengan dunia ketenagakerjaan. Sekolah yang ia buat terintegrasi, mulai dari sistem pendidikan, prakteknya sampai penempatan. Dari pengalamannya, setiap lulusan dari sekolahnya sekitar 70 persen diterima di dunia kerja, sisanya melanjutkan sekolah ke universitas. Bahkan, beberapa siswanya telah menerima undangan khusus masuk perguruan tinggi negeri yang bonafid di persada ini.

Parsaulian Tambunan, konsisten di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan

Ia sengaja memilih membuka sekolah di kampung halamannya lantaran kerinduannya untuk mengembalikan kejayaan Sipirok karena dulu daerah tersebut dikenal sebagai pusat pendidikan, pertanian, dan kebudayaan.

Sekolah yang ia dirikan berada di atas areal seluas 15 hektar dengan fasilitas yang lengkap. Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah siswa menandakan sekolah tersebut kian dipercaya.

Pun tenaga pengajarnya berasal dari berbagai kampus ternama seperti dari IPB, USU, dan lainnya. “Saya mau mendidik tenaga-tenaga yang memiliki keterampilan mumpuni dan berkarakter kuat,” imbuhnya.

Dari sisi sistem belajar dan kurikulum, Pak Lian berpadanan pada metode belajar di luar negeri. Tak heran, para alumninya tampil penuh percaya diri memasuki dunia kerja.

Menjadi anggota dewan

Saat ini, Pak Lian memutuskan untuk memperjuangkan dunia pendidikan dan ketenagakerjaan secara lebih konkrit lagi melalui legislatif. Ia pun menggunakan perahu Partai Nasdem untuk tampil sebagai anggota dewan di Provinsi Sumut dari dapil Sumut 7.

Keputusannya tidak salah, karena memang dibutuhkan orang-orang yang punya hati untuk memperjuangkan eksistensi dunia pendidikan yang dibarengi dengan penciptaan lapangan kerja dan kemudahan orang untuk dapat memperoleh pekerjaan.

Parsaulian Tambunan, konsisten berjuang

“Saya ingin lebih serius lagi untuk memperjuangkan dunia pendidikan dan ketenagakerjaan di Sumut lewat pembenahan regulasi,” ujar Pak Lian.

Dia menambahkan, kita harus memiliki standar yang tinggi dan berbeda. “Kalau hanya sekolah standar saja sudah banyak, tapi lembaga pendidikan yang juga memberi perhatian pada pembangunan spirit dan mental siswa agar siap bekerja itu masih jarang,” tandasnya.

Selain itu, Pak Lian juga terus membuka peluang daya serap dari industri bagi tenaga kerja yang ada. Ke depan, putra-putri di Sumut tidak perlu harus keluar daerah untuk mencari kerja. Karena selain lapangan kerja tersedia di sana, juga generasi muda punya kemampuan untuk membuka lapangan kerja baru, menjadi enterpreneur.

Bukan lantaran maju sebagai calon anggota legislatif ia baru berbuat. Jauh sebelum itu pun, karya-karya Pak Lian sudah terpatri—khususnya di daerah Sipirok. (RN)