Jakarta, innews.co.id – Program revitalisasi pasar rakyat yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM mulai menampakkan hasil. Kondisi pasar rakyat telah ditata sedemikian rupa menjadi rapih, modern, dan nyaman, baik bagi penjual maupun pembeli.

Tercatat Kemenkop dan UKM telah merevitalisasi pasar rakyat yang dikelola koperasi sebanyak 789 dan tahun ini akan direvitalisasi 53 pasar rakyat. Sesuai juknis, setelah pasar selesai dibangun atau direvitalisasi, maka harus dikelola koperasi. 

Karena itu, koperasi sebagai pengelola pasar diminta dapat mengelola secara baik agar bertahan lama dan berkembang.

“Melalui revitalisasi pasar rakyat, kita mengubah pasar yang tadinya becek kotor, bau menjadi lebih rapi, baik kiosnya, tempat sampah, drainase sirkulasi udara, parkir, kenyamanan dan kemudahan belanja. Dengan demikian kondisi pasar yang sudah lebih baik,  koperasi pengelola pasar sudah harus memberikan manfaat pada anggotanya,” kata Staf Ahli Menkop dan UKM Herustiati dalam acara Sinergitas Sosialisasi Penajaman Program Tugas Pembantuan Revitalisasi Pasar dan Penataan PKL, di Jakarta Selasa (9/4/2019).

Herustiati menambahkan, kenyataannya kinerja sebagian besar koperasi pengelola pasar program revitalisasi pasar rakyat masih belum sesuai harapan.

Hal ini antara lain terlihat dari jenis usaha yang dilalukan koperasi pengelola pasar yang sebagian besar masih mengandalkan sewa kios dan los, retribusi dan jasa parkir. Padahal di luar itu, banyak jenis usaha yang bisa dilakukan koperasi pengelola pasar seperti misalnya distribusi barang dan jasa, jasa akuntansi, permodalan, pengepakan (packaging).

Ia mengatakan, program revitalisasi pasar rakyat dan penataan sarana usaha kawasan PKL mendapat apresiasi dari pelaku UKM, mengingat program tersebut dianggap telah memperbaiki dan meningkatkan sarana ekonomi yang selaras dengan upaya pemerataan, pembangunan hingga memperluas kesempatan kerja.

Heru lanjut menjelaskan, tahap awal diberikan stimulasi pembangunan fisik melalui pola tugas perbantuan dengan harapan daerah semakin partisipatif. Tahapan kedua dilakukan peningkatan profesionalisme melalui pendampingan manajemen.

Pada tahap ketiga dilakukan berbagai upaya penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas sehingga ke depan koperasi pengelola pasar rakyat akan mampu mewujudkan pasar yang bercorak modern dan mandiri. (RN)