Soppeng, innews.co.id – Sejumlah pelaku Wirausaha Pemula (WP) di Sulawesi Selatan antusias menyambut program Kementerian Koperasi dan UKM dalam hal pemberian bantuan dana WP.

Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah melalui program nawacita guna meningkatkan daya saing di pasar internasional serta untuk mewujudkan kemandirian perekonomian bangsa.

Kepada Asisten Deputi Permodalan pada Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM Luhur Pradjarto beserta tim yang berkunjung ke tempat usahanya, Rabu (8/8), Andi Safira (18) salah satu yang menerima dana WP sebesar Rp 11 juta mengaku, dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan usahanya dalam pengolahan kacang kentucky.

Penerima dana WP lainnya di Kabupaten Soppeng adalah Nurdahlia yang mempunyai usaha olahan tape dan Satyawati dengan usaha kripik pisang. Juga ada Andi Muh Syakur Sudirman (kelas 3 SMA), dengan usaha produksi aneka roti gorengan Alif Roti Soppeng.
Dari Soppeng, Luhur Pradjarto beserta tim langsung menuju ke ‘Bumi Lasinrang’ Kabupaten Pinrang untuk melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan di Soppeng, yaitu penjelasan pemanfaatan program bagi para pelaku WP.

Salah satu pelaku WP di Kabupaten Pinrang Hardiyanti Rahman, dengan usaha donat hias yang menerima dana bantuan WP sebesar Rp13 juta.

“Target saya nanti sehari bisa 50 nampan kue. Insya Allah bantuan dana WP ini sangat bermanfaat untuk menambah modal usaha kami,” ujar Hardiyanti. 

Luhur beserta tim juga menyempatkan mampir ke usaha toko Donut Lylo di Pinrang yang dikelola Suhemi Askin beserta suami. Ia merupakan penerima dana WP tahun lalu sebesar Rp13 juta. Kini usahanya sudah berkembang pesat. Omset per hari berkisar Rp 2 hingga 3 juta.

Kepada para penerima dana WP, Luhur Pradjarto berpesan, bantuan dana WP ini diharapkan dapat memotivasi WP untuk tumbuh dan berkembang. Dana ini semuanya untuk modal kerja, tidak boleh digunakan membayar karyawan, bayar listrik, sewa kios dan yang lainnya. 

Luhur menambahkan, dana ini untuk meningkatkan skala usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program ini merupakan bantuan dari pemerintah, karenanya tolong manfaatkan dengan baik. Pemakaiannya harus hati-hati dan amanah,” harap Luhur.

Dana hibah ini, imbuhnya, harus dilaporkan menggunakan aplikasi Laporan Keuangan Mikro (Lamikro) ke Dinas Koperasi dan UKM yang ditembuskan ke pusat, supaya dapat diketahui, meningkat, tetap atau berkurang modalnya. 

Laporan dilakukan tiap semester selama dua tahun. Ia berharap, bantuan ini dapat digunakan untuk mengembangkan produk (diversivikasi produk) sehingga menghasilkan produk yang mempunyai nilai tinggi. 

Karena produknya makanan, Luhur minta harus dijaga kebersihan dan higienisnya, supaya masyarakat sehat. Kemasannya juga harus bagus dan menarik. Supaya aman, harus ada Ijin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Untuk itu ia minta WP menghubungi Dinaskop dan UKM untuk mengikuti pelatihan-pelatihan. 

Kepada wartawan, Kepala Dinas Perdagangan, Perundustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Soppeng Andi Makkaraka mengatakan, “Kita akan awasi sesuai dengan peruntukannya. Akan kita berikan pelatihan sehingga skillnya bertambah.

Esoknya, Luhur beserta tim mengunjungi Dapur Imha di Pinrang yang memproduksi Pie Susu. Tahun lalu menerima dana WP Rp 13 juta.

Di hari yang sama tim bergerak ke Kota Palopo untuk memberikan pengarahan kepada 15 penerima WP. Acara itu juga dihadiri Asisten II Kota Palopo Taufik dan Kadiskop dan UKM Palopo Karno.
Atas nama Pemko Palopo Taufik mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pemberian bantuan dana ini.

“Semoga bantuan ini bernilai ibadah dan akan lebih banyak lagi bantuan seperti ini. Kita harap pengangguran di Kota Palopo berkurang dan tingkat perekonomian meningkat,” harap Taufik.

Program ini juga menunjukkan keberpihakan kepara gender, karena dari 28 penerima WP, hanya 5 laki-laki. Lainnya kaum perempuan. (RN)