Surabaya, innews.co.id – Target dana yang diperoleh dari konser amal bertajuk “Port Rock Pelindo III” yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (2/9) malam, senilai Rp1 milyar lebih yang akan disalurkan untuk meringankan beban masyarakat di Lombok yang terkena gempa bumi.

Menurut Direktur Utama PT Pelindo III I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di sela konser, menjelang Senin (3/9) dini hari, “Kalau dari konser ini kami dapat sekitar Rp1 miliar. Di luar itu target bantuan untuk korban gempa bumi di Lombok yang digalang PT Pelindo III Rp2 miliar yang disalurkan secara bertahap,

PT Pelindo III, lanjut dia, sejak Lombok diguncang gempa pada akhir Juli hingga puncaknya awal Agustus lalu telah menyalurkan beberapa kali bantuan dana senilai Rp600 juta.

“Kami tahu gempa susulan masih terus terjadi di Lombok hingga hari ini. Sehingga kami perlu mengumpulkan dana lebih banyak lagi, salah satunya melalui konser amal Port Rock Pelindo III yang digelar pada malam hari ini,” katanya.

Konser yang berlangsung di Gedung JX International Surabaya itu menampilkan kelompok rock legendaris “Edane”, yang populer di Tanah Air pada era 1990-an.

Ari Askhara menambahkan, konser amal untuk bencana Lombok tersebut sedianya digelar di Surabaya pekan depan dengan harga tiket Rp100ribu per orang, yang seluruh hasil penjualannya akan didonasikan.

“Edane bisanya tampil pada malam hari ini. Semula saya khawatir penontonnya sepi karena bertepatan dengan penutupan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Tapi ternyata penonton yang datang membludak. Mereka memenuhi kapasitas Gedung JX International,” ucapnya.

Ari menandaskan, konser “Port Rock Pelindo III” didukung oleh banyak sponsor dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain yang berkantor di Surabaya, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.

“PT Pelindo III perannya cuma menginisiasi konser amal ini dengan mengajak banyak perusahaan BUMN lain dari Surabaya, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara,” katanya.

Dalam konser semalam tampak dilakukan lelang alat musik gitar milik gitaris Edane, Eet Sjahranie, yang laku Rp50 juta. Selain itu, sebuah kaos yang ditandatangi seluruh personel Edane juga dilelang dan laku Rp1 juta. (RN)