Surabaya, innews.co.id – Di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, Pelindo III Group berbagi kasih. Sekitar 70 ribu paket sembako telah dibagikan. Warga yang tinggal di kawasan pelabuhan yang dioperasikan oleh BUMN tersebut dan anak usahanya di tujuh provinsi di Indonesia yang prioritas mendapatkan paket tersebut.

Menurut Corporate Secretary Pelindo III Faruq Hidayat, pihaknya bersyukur bahwa tahun ini Pelindo III masih berkesempatan berbagi kepada tetangga terdekat kami, warga di sekitar pelabuhan, kepada buruh bongkar muat, petugas kepil, tenaga kebersihan, pemelihara taman, penarik becak, operator pompa, juga pada ustad dan keluarga pensiunan.

Lebih jauh Faruq mengungkapkan, dana yang dialokasikan untuk sekitar 70 ribu paket sembako untuk 7 provinsi mencapai Rp 8,8 miliar. Sementara untuk isi dari paket sembako yang dibagikan disesuaikan dengan kebutuhan warga di lokasi pembagian. Sebagai contoh untuk warga di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berisi beras 2,5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 2 liter, kecap 225 mililiter, sirup 1 botol, mi instan, teh, serta beberapa kemasan biskuit.

Tidak itu saja, beberapa kegiatan sosial lain yang diadakan oleh Pelindo III Group selama bulan Ramadhan ini di antaranya, di Semarang diadakan Pasar Murah bersama Kementerian Perhubungan yang menjual murah 500 paket sembako seharga Rp115 ribu dapat ditebus seharga hanya Rp50 ribu dan hasil penjualannya disalurkan untuk bantuan ke Ponpes As Shodiqiyah senilai Rp 59,5 juta rupiah.

Kemudian renovasi 11 rumah ibadah di Semarang dan bedah rumah 12 warga miskin di Cilacap. Penyerahan 1 kendaraan ambulan gratis di Cilacap dan 4 truk kebersihan untuk Pemkot Surabaya. Serta juga penyaluran santunan dan pemberian bingkisan lebaran untuk ratusan anak-anak yatim piatu di sejumlah yayasan resmi di Surabaya, Gresik, Semarang, Denpasar, dan Banjarmasin.

Fasilitas menarik

Tidak itu saja, Pelindo III juga terus berbenah memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang menggunakan kapal laut. Pemudik akan merasa nyaman dengan berbagai fasilitas terminal penumpang yang senyaman di bandara saat tiba di Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Fasilitas modern tersebut di antaranya yaitu keran air siap minum, ruang tunggu eksklusif berpendingin udara dan berjaringan wifi gratis, playground untuk anak, pujasera (food court), ruang laktasi dan ruang lansia, dan gerai ATM.

CEO Pelindo III Ari Askhara, pada acara pembagian paket sembako di Surabaya, Kamis (7/6), mengatakan, “Kini juga tersedia SNQ Capsule Hotel atau kubikal bertempat tidur yang biasa disebut poddan seperti yang ada di beberapa airport internasional di dunia. Dengan tarif hanya Rp 75 ribu per 6 jam atau Rp 180 ribu per hari, tamu bisa mendapatkan fasilitas televisi dengan headset, terminal USB, penyejuk udara, dan lampu baca.”

Ari Askhara juga menjelaskan bahwa penyiapan fasilitas terminal penumpang tidak hanya di Pelabuhan Tanjung Perak, tetapi Pelindo III juga memastikan kesiapan di pelabuhan-pelabuhan lain yang menjadi gerbang embarkasi dan debarkasi pemudik. Di antaranya yakni Tanjung Emas Semarang, Banjarmasin, Benoa Bali, Tanjung Wangi Banyuwangi, Sampit Kotawaringin Timur, dan Kumai Kotawaringin Barat.

“Pada setiap terminal penumpang di wilayah kerja Pelindo III, pelayanannya terstandarisasi, ada fasilitas ruang tunggu yang aman, nyaman, dan toilet bersih, kemudian juga ada ruang laktasi, musholla, klinik kesehatan 24 jam, serta pemberian takjil (penganan berbuka puasa) gratis untuk penumpang,” jelasnya.

Selain itu juga telah disiagakan Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2018 yang diperkuat petugas dari lintas instansi, di antaranya dari Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Otoritas Pelabuhan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Orari, Pramuka, dan dari Pelindo III sendiri petugas operasional dan anggota Port Security Facility Officer.

“Posko tersebut ada yang sudah siaga sejak tanggal 31 Mei lalu dan bertugas hingga 1 Juli. Tugas utamanya ialah demi memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan pemudik untuk bertemu dengan keluarga tercinta di kampung halaman, hingga kembali ke perantauan,” ungkap Ari Askhara lagi. (RN)