Dirjen Industri Kecil dan Menegah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Jakarta, innews.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian tengah mengupayakan ditiadakannya tarif bea masuk ekspor perhiasan ke negara tujuan.

Hingga saat ini ekspor perhiasan masih dikenakan tarif bea masuk sebesar 5 persen. Hal ini terjadi pada negara tujuan Turki dan Dubai sebagai pasar perhiasan yang potensial.

“Ekspor perhiasan kita memang banyak ke Dubai dan Turki, tetapi kita masih dikenakan tarif bea masuk sebesar 5 persen, sedangkan Singapura dikenakan bea masuk 0 persen ke Dubai,” ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Sabtu (27/10).

Gati menambahkan Singapura bisa mendapatkan bea masuk 0 persen ke Dubai karena antara kedua negara memiliki perjanjian free trade agreement (FTA). Sementara Indonesia dengan Dubai belum memiliki FTA.

Pihaknya pun akan berbicara dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan soal bea masuk tersebut.

“Kami berharap dengan adanya FTA, tarif bea masuk 0 persen itu bukan hanya berlaku untuk perhiasan, tetapi juga komoditas lain,” ungkapnya.

Pada tahun 2017, ekspor perhiasan menyumbang sebesar US$2,7 miliar terhadap total ekspor negara. Sementara hingga September 2018, nilai ekspor perhiasan sudah mencapai US$1,4 miliar.
 
Guna mampu bersaing di pasar ekspor, Kemenperin mendorong penguatan branding produk perhiasan Indonesia agar lebih berdaya saing di tingkat global. Upaya ini sejalan dengan fokus pemerintah untuk meningkatkan nilai ekspor guna memperkuat struktur perekonomian nasional.

“Kami memberikan tantangan kepada para anggota Asosiasi Perhiasan Emas dan Permata Indonesia (APEPI) untuk secepatnya menciptakan branding perhiasan asli Indonesia yang lebih kompetitif di pasar internasional,” imbuhnya.

Langkah strategis lainnya, Kemenperin akan aktif memfasilitasi IKM perhiasan dalam negeri untuk berpartisipasi pada pameran tingkat nasional dan internasional. Tujuannya, selain mempromosikan produk unggulan, juga memperluas jaringan pasar mereka hingga mampu ekspor. (RN)