Jakarta, innews.co.id – Sistem e-voting tertutup yang diterapkan pada pemilihan Ketua Umum Ikatan Notaris Indonesia (INI) menuai kritikan dari berbagai pihak.

“Pemilihan Ketum INI harus terbuka dan transparan. Kalau sudah tertutup, maka kemungkinan indikasi kecurangan ada,” ujar sejumlah notaris saat dihubungi Sabtu, (27/4/2019).

Otty H.C. Ubayani, ada upaya membunuh karakter caketum

Sementara itu, salah satu caketum INI Otty Hari Chandra Ubayani, SH., Sp.N., MH., ketika dimintai komentarnya dengan tajam berujar, “Tidak ada sudah sistem e-voting, tapi diadakan tertutup”.

Lebih jauh Otty mengatakan, prinsipnya jangan bermain curang. “Saya sendiri tekankan pada tim bahwa kita tidak boleh bermain curang”.

Otty mengaku dirinya kerap di olok-olok lantaran maunya ‘bertarung’ dengan jujur. “Prinsip saya jangan bermain curang. Tapi katanya kalau mau menang ya harus curang. Buat saya hal tersebut membohongi diri sendiiri. Buat apa jadi ketum kalau tidak dicintai anggotanya,” ujar Otty.

Otty Ubayani dan tim, berjuang dengan cinta dan hati

Bagi Otty, organisasi milik semua anggota, bukan hanya sekelompok orang. Wadah INI adalah rumah bersama.

Hal yang patut disayangkan dalam pelaksanaan Kongres INI di Makassar, 30 April – 1 Mei ini, adalah harga tiket yang mahal.

“Banyak anggota mau hadir, tapi terhalang dengan harga tiket yang tinggi. Bagaimana kongres bisa mewakili seluruh anggota INI yang total sebanyak 22.000, sementara yang hadir cuma 1.450 orang,” jelas Otty.

Mudah-mudahan ketidakhadiran para anggota bukan karena anggota sudah bosan dengan by design yang selama ini terjadi.

Otty Ubayani, siap berbuat bagi organisasi INI

“Saya selalu optimis karena saya sangat percaya dengan kekuasaan Tuhan. Yang terjadi pasti yang terbaik untuk saya. Karena pada prinsipnya saya sudah berkorban untuk sesuatu kebaikan. Tapi kalau ada by design ya saya serahkan pada Tuhan. Mungkin Tuhan sudah merencanakan sesuatu,” urainya.

Lebih jauh Otty mengatakan, “Saya hanya mencatat sikap teman-teman. Nanti kalau kongres suda berakhir akan saya tegur sikap mereka kepada saya yang kurang baik”.

“Saya ini teman, bukan lawan. Pemilihan Ketum INI hanya sebuah proses demokrasi. Majunya saya hanya karena banyaknya usulan teman-teman di Pengwil dan Pengda, bukan keinginan pribadi,” kata Otty.

Otty Ubayani siap mengabdi bagi INI

Otty juga mengingatkan, jangan tebar ketakutan pada anggota untuk memilih yang berbeda. Iklim seperti ini tidak baik. “Gak perlu saling membully dan membunuh karakter seseorang atau ‘membunuh’ seseorang untuk maju dan berbuat kebaikan,” tegas Otty menyikapi beredarnya sikap membully, seperti yang juga ia alami.

Otty bersyukur timnya solid dan mempersiapkan segala sesuatu dengan hati. (RN)