Jakarta, innews.co.id – Kritik pedas dan tajam dilayangkan Pemuda Bravo-5 kepada calon presiden Prabowo Subianto melihat debat Capres ke-2 yang diadakan di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) lalu.

Melalui siaran persnya, Ali Fanser Marasabessy Ketua Umum Pemuda Bravo-5 dengan gamblang mengatakan, pernyataan Prabowo yang membenarkan ucapan calon presiden Ir. Joko Widodo mengenai penguasaan lahan seluas 220.000 hektar di Kalimantan Timur dan 120.000 hektar di Aceh Tengah, mengisyaratkan bahwa sosok Prabowo adalah tuan tanah di Indonesia.

“Pernyataan capres 02, Prabowo Subianto tentang penguasaan lahan di Indonesia oleh segelintir orang terjawab sudah. Faktanya, Prabowolah bagian dari segelintir orang tersebut. Prabowo terbukti dan telah mengakui menguasai lahan kawasan hutan untuk tanaman industri (HTI) seluas 340 ribu hektar di Kaltim dan Aceh Tengah,” ujar Ali Fanser lantang.

Ditambahkannya, penguasaan ini untuk jangka waktu 60 tahun dan bisa diperpanjang hingga 90 tahun. “Itu baru dua daerah yang terungkap. Bisa jadi ada di tempat-tempat lain,” kata Ali.

“Sementara di lain pihak, petani-petani di Pulau Jawa hanya mampu memiliki lahan rata-rata kurang dari 1 hektar per kepala keluarga (KK) dan di luar Jawa rata-rata di bawah 4 hektar/KK. Kondisi ini menggambarkan bahwa Prabowo adalah salah seorang yang menyebabkan ketimpangan kepemilikan lahan di Indonesia,” tandasnya.

Oleh karena itu, Pemuda Bravo-5 berkesimpulan, keberpihakan Prabowo pada petani pedesaan terbukti hanya retorika semata. (RN)