Jakarta, innews.co.id – Sebagai generasi bangsa, kita harus selalu membicarakan kebenaran, bukan kebohongan. Kasihan generasi muda kalau dicekokin oleh kebohongan demi kebohongan, seperti yang dilakukan Paslon 02 selama ini.

Hal ini dikatakan Ali Franser Marasabessy saat ditemui di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, menyikapi kian maraknya hoaks yang dilontarkan Paslon 02 terhadap Paslon 01.

Menurutnya, apa kita harus mengorbankan 260 juta rakyat Indonesia dengan isu-isu bohong. “Kalau profesional, harus siap menang dan siap kalah. Jangan halalkan segala cara,” tegas Ali.

Dia menambahkan, bukan tidak mungkin Pemuda Bravo 5 melaporkan Paslon 02 yang gemar membuat berita-berita bohong. “Sangat terbuka kemungkinan untuk hal itu. Sejauh ini masih kami kaji,” kata Ali.

Menurut Ali, rakyat Indonesia harusnya bersyukur memiliki sosok pemimpin seperti Joko Widodo. Selain sederhana, giat bekerja, dan punya visi besar membangun bangsa.

“Saya mau katakan, kalau rakyat Indonesia tidak pilih Pak Jokowi sekarang, sudah berdosa. Kasat mata kita bisa melihat hasil kerjanya, kehidupan keluarga, dan lainnya. Kita harapkan ke depan akan muncul Jokowi-Jokowi baru yang bisa membawa bangsa ini lebih baik lagi,” tandasnya seraya dengan nada pasti berujar, saat ini Pak Jokowi is the best.

Sementara itu, Ferry Indrianto Sekretaris Jenderal Pemuda Bravo 5 menambahkan, “Apa yang di propagandakan kubu sebelah adalah bagian strategi kampanye sistematis. Mereka memproduksi hoaks dengan tujuan mengeliminasi pencapaian-pencapaian yang telah dilakukan Pemerintahan Pak Jokowi”.

Pihaknya menyesali hal itu. “Bangsa ini sedang memasuki garis sejarah yang bagus-bagusnya. Dalam suasana demikian, mestinya pihak-pihak yang terkiat Pilpres harus mendukung suasana ini dengan memberi pernyataan-pernyataan optimisme, bukan sebaliknya,” tukasnya.

Dikhawatirkan bila propaganda negatif yang terus dimainkan, membuat psikologis rakyat menjadi tidak baik. Bahkan, bisa bermuara pada trauma nasional.

“Apakah kita bisa mempercayai negara ini dipimpin oleh orang yang berjiwa pesimis. Langkah awalnya saja sudah menebar kecemasan dan ketakutan dalam masyarakat. Mau jadi apa nanti negara ini,” tambahnya.

Sementara itu, Tegar Putuhena, SH., MH., Ketua Divisi Keanggotaan, Pengkaderan, dan Pendidikan Politik Pemuda Bravo 5 menegaskan, “Maraknya hoaks menandakan sudah tidak ada celah lagi bagi kubu sebelah untuk ‘menjatuhkan’ Pak Jokowi yang sudah demikian menorehkan berbagai prestasi di bangsa ini. Karena itu, hanya hoaks yang bisa dilakukan”.

Segenap Pengurus Pemuda Bravo 5 mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpercaya dengan propaganda hoaks yang kerap ditebar Paslon 02. (RN)