Mayjen TNI (Purn) Drs. Tanribali Lamo, SH

Jakarta, innews.co.id – Tercatat 9 Jenderal Polisi berada di pucuk lembaga negara yakni, Irjen (Purn) Ronny Frangky Sompie Ditjen Imigrasi, Komjen Pol Suhardi Alius Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Jenderal (Purn) Budi Gunawan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Komjen Heru Winarko Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen (Purn) Budi Waseso Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Komjen Mochamad Iriawan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kementerian PAN-RB, Komjen Pol Drs. Setyo Wasisto Kementerian Perindustrian, terakhir Irjen Firli Bahuri Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Banyaknya petinggi kepolisian di pucuk pimpinan lembaga negara menjadi sorotan berbagai pihak. Bahkan sampai muncul komentar miring bahwa di era kini, kepolisian tengah di anakemaskan oleh pemerintah.

Namun itu tidak sepenuhnya benar, karena kalau mau dilihat sejumlah petinggi TNI juga mendapat posisi strategis di antaranya, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Jenderal TNI (Purn) Wiranto Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.

Belum lagi ada nama-nama Agum Gumelar dan Sidarto Danusubroto keduanya Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Goris Mere Staf Khusus Presiden, Ryamizard Ryacudu Menteri Pertahanan, dan lainnya.

Dari berbagai pendapat yang dihimpun innews, Selasa (16/9/2019), sosok militer (TNI) sangatlah dibutuhkan untuk memimpin Ibu Kota. Alasan paling utama adalah memastikan kondisi DKI Jakarta aman terkendali.

“Bentrokan yang terjadi 22 Mei 2019 lalu di depan Gedung Bawaslu menjadi catatan kelam dan sinyal kuat bahwa Jakarta tidak sepenuhnya kondusif,” ujar salah seorang pengamat sosial yang enggan disebutkan namanya.

Berkaca pada hal tersebut, rasanya pas kalau saat ini, di mana tengah ramai dibicarakan mengenai siapa sosok yang pas jadi Wakil Gubernur DKI, maka pilihan dari kalangan militer dirasa begitu tepat.

“Ya, setuju banget kalau militer yang pimpin Jakarta karena lebih terjamin keamanannya,” kata Adi Priatna warga Jakarta yang juga pedagang di kawasan Tanah Abang ini.

Hal senada dikatakan John yang menilai, sebagai Ibu Kota, tentu keamanan menjadi hal yang utama. “Disini banyak kantor-kantor pemerintahan, kedutaan besar, dan lainnya. Kalau tidak aman, tentu menjadi preseden buruk bagi negeri kita,” tambahnya.

Beberapa waktu lalu mencuat 3 nama dari kalangan korps keamanan yang digadang-gadang menjadi orang nomor 2 di Jakarta yakni, Komjen M. Iriawan atau dikenal dengan ‘Irwan Bule’ mantan Kapolda Metro Jaya, mantan Deputi Basarnas Mayjen Tatang Zaenudin, dan Mayjen TNI (Purn) Drs. Tanribali Lamo, SH., mantan Dirjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri yang juga pernah dipercaya 4 kali menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur di 4 provinsi berbeda yang rawan konflik.

Ketika coba dikonfirmasi, Chandra Soemardjo Anggota Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jakarta Timur mengatakan, pihaknya cenderung mendukung Tanribali Lamo. Ini berangkat dari rekam jejak yang mumpuni serta profesionalitas yang terpercaya.

“Jangan beli kucing dalam karung untuk pemimpin Jakarta. Pastikan orang yang tepat karena masalah di Jakarta begitu kompleks. Dibutuhkan orang yang benar-benar punya pengalaman,” kata Chandra. (RN)