Catur Susanto

Oleh : Catur Susanto*

Sebagai mandat Presiden yang tertuang dalam Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 menegaskan visi besar negara yang dititikberatkan pada Pembangunan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Unggul. Hal tersebut juga sejalan dengan Pidato Pelantikan Presiden, 20 Oktober 2019 dengan penegasan penyederhanaan birokrasi di Kementerian/Lembaga (K/L) yang akan diarahkan pada jabatan fungsional yang lebih menghargai keahlian dan kompetensi.

Optimasi jabatan fungsional diharapkan dalam kaitannya sebagai upaya menciptakan Aparatur Sipil Negara (ASN) unggul yang diharapkan sebagai motor penggerak pembangunan menuju Indonesia Maju. Upaya fungsionalisasi ASN menjadi ekspektasi dalam perubahan paradigma dan budaya kerja berbasis kinerja yang pada gilirannya akan meningkatkan profesionalisme ASN.

Peningkatan profesionalitas ASN Perencana melalui mekanisme jabatan fungsional merupakan salah satu cara untuk mewujudkan SDM Perencana Unggul karena akan dihadapkan pada sasaran kinerja yang berbasis angka kredit. Dalam praktiknya ASN yang menduduki jabatan fungsional tertentu (perencana) akan memperoleh kenaikan golongan 2 tahun sekali apabila berkinerja baik dan memenuhi angka kredit yang dipersyaratkan.

Implikasi penerapan jabatan fungsional tentunya akan membuat dinamika organisasi semakin cepat karena setiap ASN Perencana akan lebih terpacu mencapai angka kredit yang dipersyaratkan, sebaliknya ASN yang tidak berkinerja akan terpacu oleh ASN yang lebih kompeten.

Sebagai implementasi agenda utama pembangunan nasional berkaitan penyiapan input, proses, output, dan outcome yang lebih clean and clear dalam penjabaran Rencana Strategis Kementerian/Lembaga amat sangat diperlukan, terutama untuk mengantisipasi lemahnya eksekusi atas program dan kegiatan strategis kementerian dan lembaga terkait. Lebih lanjut, ASN Unggul dan Profesional merupakan suatu keniscayaan untuk merealisasikan dan mewujudkan capaian target pembangunan nasional.

Kementerian Koperasi dan UKM, menjadi bagian instrumen dalam pelaksanaan agenda Pembangunan Nasional sebagaimana tertuang pada RPJMN 2020-2024 mendapat tugas dengan target utama mewujudkan Globalisasi UMKM dan Koperasi Modern. Upaya dan langkah untuk mewujudkan globalisasi UMKM telah diderivasi kedalam 4 tujuan atau agenda perubahan, yaitu :
1). UMKM Masuk Global Value Chains;
2). Wirausaha Baru (New
Entrpereneur);
3). UMKM Naik Kelas dan
4). Modernisasi Koperasi.

Berkaitan hal tersebut, juga telah ditetapkan melalui 6 strategi pengembangan Koperasi dan UMKM, yaitu:
1). Perluasan akses pasar;
2). Peningkatan daya saing;
3). Pengembangan Kewirausahaan dan
SDM;
4). Akselerasi pembiayaan dan investasi;
5). Kemudahan kesempatan berusaha, serta
6). Koordinasi lintas sektor.

Selanjutnya secara lebih operasional dan teknis dituangkan kedalam 18 Rencana Aksi dan 75 kegiatan.

Untuk mewujudkan visi besar pengembangan koperasi dan UMKM masa mendatang tersebut, secara simultan diperlukan upaya terstruktur, sistematis, dan masif untuk memastikan input, proses, output maupun outcome yang diharapkan berjalan baik sesuai dengan perencanaan.

Input dan proses Kementerian/Lembaga tersebut meliputi penyiapan Infrastruktur Sistem Informasi dan Teknologi, Standarisasi Proses Bisnis Organisasi dan sebagai modal dasar adalah penyiapan SDM ASN Perencana yang unggul.

Dalam upaya penyiapan SDM ASN Perencana yang unggul, tentunya fungsionalisasi ASN dipandang sebagai salah satu alternatif solusi yang paling efektif untuk mendorong ASN Perencana berkinerja dengan baik. Hal ini disebabkan, ASN Perencana dihadapkan pada realitas dan fakta dengan target serta reward and punishment yang jelas. Pada saat ini eksistensi jabatan fungsional perencana merupakan sesuatu yang dianggap baru, sehingga diperlukan adanya pemahaman dan sosialisasi secara sistemik dan masif.

Pada akhirnya, melalui fungsionalisasi dapat meningkatkan etos kerja ASN, mewujudkan akselerasi terhadap Program dan Kegiatan Strategis Kementerian Koperasi dan UKM serta muaranya mewujudkan UMKM Naik Kelas dan Modernisasi Koperasi sebagai visi besar pengembangan Koperasi dan UMKM 2020-2024.

* Penulis Kepala Bagian Rencana dan Program Biro Perencanaan Kementerian Koperasi dan UKM RI