Jakarta, innews.co.id – Perayaan Hari Ulangtahun Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) rencananya baru dibuat pada 2 November 2018, yang biasanya diadakan setiap 24 September. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan para PPAT. Ada apakah gerangan dan mengapa penundaan perayaan sampai begitu lama?

Ketika coba dikonfirmasi Nia Tresnawati, SH., Bendahara Umum Pengurus Pusat IPPAT dalam pesan singkatnya berujar, “Perayaan akan dilaksanakan pada 2 November 2018 di Hotel Sahid Jaya”.

Nia juga menyampaikan, rencananya akan diadakan sehari penuh karena ada seminar dan malamnya akan diadakan acara Malam Peduli Palu dan Donggala.

Di sisi lain, Dr. Syafran Sofyan mantan Ketum PP IPPAT mengaku tidak tahu kenapa tahun ini perayaan HUT IPPAT harus mundur. “Seharusnya HUT IPPAT setiap 24 September”.

“Waktu periode saya, kita rayakan sangat meriah, dan nasional, melibatkan seluruh Pengwil, Pengda, dan PPAT se-Indonesia. Juga BPN dan Gubernur tempat acara berlangsung sebagai puncak hari ulangtahun.

Lebih jauh Syafran mengatakan, “Kita di IPPAT itu ada trophy bergilir Ketum IPPAT untuk turnamen, seperti golf, dan bulutangkis. Selain itu ada kegiatan lomba Paduan Suara, IPPAT talent, dan lainnya.

Syafran menambahkan, “PP IPPAT sekarang sih sudah enak, Sekretariat PP IPPAT sudah bagus dan tinggal dipakai, kepengurusan sudah lengkap, sudah ada 33 Pengwil, sebelumnya hanya ada 6 pengwil, tidak ada hutang, MoU sudah lebih dengan 30 lembaga, hubungan dengan Kementerian ATR sudah sangat baik dan IPPAT sudah diakui sebagai satu-satunya organisasi PPAT, dan masih banyak yang lain”.

Jadi, tambah Syafran, seharusnya jauh lebih baik, sudah siap tinggal landas.

Dia juga mencontohkan, seperti MPP (Majelis Pembina dan Pengawas) PPAT yang berdasarkan Permen ATR sebagai implementasi dari PP No. 24/2016 tentang PPAT kan tinggal dilantik.

“Kita bahasnya dua tahunan, termasuk beberapa Permen ATR terkait ujian calon PPAT, perpanjangan dan pengangkatan PPAT, sudah ada Kepmen kode etik PPAT, dan lainnya,” imbuh Syafran.

Ketika coba dikonfirmasi Julius Purnawan, SH, MSi., Ketum PP IPPAT enggan berkomentar. Pesan singkat dari innews hanya dibaca, tapi tidak dibalas hingga berita ini dirilis.

Sementara itu, PPAT asal Yogyakarta, Tagor Simanjuntak SH., ketika coba dikonfirmasi mengenai penundaan perayaan HUT menegaskan, tidak ads kaitan penundaan perayaan HUT IPPAT dengan gugatan yang sementara berproses di PN Jakarta Barat.

“Justru saya curiga dan terindikasi adanya gelagat pecah kongsi antara ketum dan sekum. Soal kenapanya, saya belum tahu jelas,” ujar Tagor. Benarkah demikian? (RN)