Semarak Perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili Tingkat Nasional dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (2/2/2020)

Jakarta, innews.co.id – Untuk kesekiankalinya Presiden Joko Widodo tidak menghadiri Perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek yang diadakan oleh Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin). Padahal, hampir seluruh perayaan keagamaan, Presiden Jokowi selalu hadir. Benarkah umat Khonghucu masih jadi anak tiri di negeri ini?

Pertanyaan besar ini mewarnai Perayaan Imlek Tingkat Nasional 2571 Kongzili yang diadakan oleh Matakin di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (2/2/2020).

Xs. Budi Tanuwibowo Ketua Umum MATAKIN memberikan sambutan pada Perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili Tingkat Nasional dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (2/2/2020)

Seperti dikatakan Budi Tanuwibowo Ketua Umum Matakin dalam sambutannya bahwa sejak diizinkan pertama kali diadakan secara nasional, 17 Februari 2000 di Balai Sudirman, Jakarta. Ketika itu Presiden Abdurrahman Wahid bahkan meminta umat Khonghucu mengadakan 2 kali perayaan.

Selepas itu, dalam setiap penyelenggaraan Imlek Nasional yang diadakan oleh Matakin selalu dihadiri Presiden RI, Wakil Presiden, pejabat tinggi negara, para menteri, dan lainnya. Sayangnya, mulai 2015 hingga kini Presiden RI tak kunjung hadir.

Uniknya lagi, Presiden Jokowi justru selalu menghadiri Perayaan Imlek yang diadakan oleh pihak lain. Seperti baru-baru ini diadakan ICE BSD, Tangerang.

Menteri Agama RI Fachrul Razi memberikan sambutan pada Perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili Tingkat Nasional dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (2/2/2020)

Menurut Budi, umat Khonghucu sangat merindukan kehadiran Presiden RI. “Kami seperti anak-anak yang kehilangan induknya,” ujar Budi.

Pada Perayaan Imlek Nasional 2020 dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Mahfud MD, Menteri Agama Fachrul Razi, anggota DPD RI Jimly Asshiddiqie, Lukman Hakim Syarifuddin Menteri Agama periode 2014-2019, Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta, Giwo Rubianto Wiyogo Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), dan sejumlah pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Fachrul Razi mengapresiasi umat Khonghucu yang hidup rukun dan damai. “Saya kagum dengan kiprah umat Khonghucu yang telah banyak berbuat bagi bangsa dan negara,” kata Fachrul.

Para pengisi acara mendendangkan lagu-lagu kebangsaan pada Perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili Tingkat Nasional dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (2/2/2020)

Menteri Fachrul mengajak umat Khonghucu untuk terus membina kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Budi Tanuwibowo mengatakan, kiprah Matakin sudah demikian luas di negeri ini. “Kami berharap bisa berbuat lebih banyak dan lebih baik lagi di masa depan,” ujar Budi.

Penampilan tari-tarian yang memikat pada Perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili Tingkat Nasional dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (2/2/2020)

Perayaan diisi dengan sejumlah pagelaran, baik lagu-lagu bernuansa kebangsaan, tari-tarian, serta penampilan Barongsai yang pada November 2019 lalu meraih Juara Dunia di Tiongkok. Uniknya, pemain barongsai yang terdiri dari 2 orang itu, masing-masing beragama Muslim dan Kristen. (RN)