Para Ibu Bangsa

Jakarta, innews.co.id – Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember oleh segenap perempuan Indonesia memiliki sejarah panjang.

Pada Kongres Perempuan Indonesia ke-3 di Bandung, diusulkan 22 Desember menjadi yang dirayakan oleh bangsa Indonesia. Tanggal itu juga merupakan hari lahirnya Kowani (Kongres Wanita Indonesia).

Berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 316 tanggal 16 Desember 1959, ditetapkan 22 Desember yang adalah hari jadinya Kowani menjadi Hari Nasional yang bukan hari libur.

Hari Ibu yang tiap tahun diperingati oleh bangsa Indonesia tidak lepas dari peran Kowani sebagai wadah terbesar perempuan Indonesia yang beranggotakan 91 lembaga perempuan yang sejak awal begitu gencar mengusulkannya.

Tidak itu saja, Kowani juga membidani kemunculan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Tak heran, dari masa ke masa menteri yang menjabat pun berasal dari Kowani.

Menurut Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum Kowani, “Sejak awal Kowani telah memperjuangkan agar Hari Ibu bisa diperingati setiap tahunnya oleh seluruh wanita Indonesia”.

Pada perayaan Hari Ibu 2018, diadakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, di mana Ibu Negara Iriana Joko Widodo berperan sebagai Inspektur Upacara.

Acara tabur bunga dilakukan di makam sejumlah tokoh perempuan yang berjasa bagi Indonesia.

Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat acara tabur bunga didampingi oleh istri-istri Kabinet Kerja.

Giwo Rubianto menegaskan, “Hari Ibu adalah milik seluruh perempuan Indonesia, bukan milik segelintir orang saja”.

Tidak itu saja, Kowani juga secara intens mengumandangkan Ibu Bangsa sebagai identitas perempuan Indonesia. Secara intens, Giwo Rubianto turun ke daerah-daerah untuk menggemakan Ibu Bangsa kepada seluruh perempuan Indonesia. (RN)