Kantor BKKBN

Jakarta, innews.co.id – Dalam rangka peringatan Hari Kontrasepsi Dunia yang jatuh pada 26 September lalu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar temu ilmiah.

Tema yang diangkat kesehatan reproduksi untuk keluarga terencana menuju Indonesia sejahtera ini. Menurut Pelaksana Tugas Kepala BKKBN Sigit Priohutomo, melalui acara ini diharapkan temuan ilmiah bisa memberikan informasi kepada para peserta terkait kesehatan reproduksi dan diharapkan dapat disebarluaskan kepada masyarakat umum.

“Saya harap banyak pertukaran informasi yang terjadi pada hari ini. Terlebih terkait kesehatan reproduksi saat ini masih terus menjadi perhatian kita semua,” kata Sigit dalam sambutannya, Senin (8/10).

Turut hadir pada acara ini Direktur Kesehatan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Eny Gustina.

Saat ini, Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Hasil Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) menyebutkan, angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) nasional cenderung menurun dari sebelumnya pada SDKI 2012 2,6 anak per perempuan menjadi 2,4 anak per perempuan. Sementara dari hasil laporan umpan balik pengendalian lapangan capaian peserta KB aktif maupun KB baru tidak bertambah secara signifikan.

Peningkatan pada April 2018 mengalami peningkatan 607.252 meningkat dibandingkan dengan April 2017. Namun, jumlah pasangan usia subur (PUS) yang tidak KB meningkat dari 12.291.530 per April 2017 menjadi 13.268.760 per April 2018.

Untuk terus meningkatkan komitmen masyarakat dan PUS dalam KB diperlukan pula adanya dukungan dari pemangku kebijakan, provider medis, dan mitra kerja untuk memberikan pelayanan KB yang berkualitas. (IN)