Jakarta, innews.co.id – Di tengah derasnya kemajuan zaman, Indonesia nampaknya semakin mampu bersaing dengan negara-negara lain di dunia. Pun demikian bagi usaha mikronya yang terus menggeliat.

Seperti baru-baru ini, Kementerian Koperasi dan UKM merilis aplikasi Laporan Akuntansi Usaha Mikro (Lamikro). Aplikasi ini sangat bermanfaat dalam membantu para pelaku usaha mikro dalam membuat laporan keuangan.

Manfaat tersebut sudah dirasakan Nala Jati pemilik Kedai 157. Menurut dia di Jakarta, Rabu (2/5), Lamikro lebih praktis catatannya, itu sudah digital online. “Jadi saya bisa mengecek pengeluaran dan penghasilan saya berapa, bisa juga menentukan harga pokok menjualan berapa, berapa kena pajak, berapa profit saya,” ungkap Nala Jati.

Lamikro merupakan aplikasi pembukuan akuntansi sederhana untuk usaha mikro yang bisa digunakan melalui smartphone dengan sistem operasi Android. Aplikasi Lamikro sudah dibuat dengan berbagai kemudahan dan fleksibilitas untuk digunakan pelaku usaha mikro.

“Memang di kita masih ada pencatatan manual, tapi dengan adanya aplikasi Lamikro sudah sangat membantu, soportnya cepat sekali kalau saya ada kesulitan masukin data input tinggal WA ke petugas dan langsung direspon dengan cepat,” ujar Nala.

Aplikasi ini bisa didownload secara gratis. Nala mengetahui hal tersebut dari rekannya yang tengah mengikuti pelatihan yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM. Awalnya ragu akan kegunaan aplikasi Lamikro, namun setelah menggunakan hingga 4 bulan berjalan Nala mengaku tidak ada kendala apapun.

“Itu sangat membantu karena sistem tempat kita ini gaji itu berdasarkan kinerja, jadi pencatatan penjualan tidak pakem kita agak sulit menentukan berapa bonus pegawai, tapi dengan Lamikro jadi bisa tahu,” katanya.

Kemudahan-kemudahan bagi UKM seperti ini kata Nala, perlu terus dikembangkan agar mendorong giat pekaku UKM di tanah air. Hal lain yang juga tidak kalah penting adalah bagaimana pemerintah memberikan bantuan modal usaha, akses pasar, maupun mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM UKM.

“Dan juga soal perijinan kalau bisa agak dipermudah, karena kita agak sulit menembus carrefour. Mereka yang suka tanya ijin edar. Nah itu yang terkadang membuat kami kesulitan,” papar Nala.

Mengembangkan bisnis dengan menggunakan aplikasi laporan keuangan akuntansi sudah sangat diharuskan, tujuannya agar para pengguna dalam hal ini para penggerak UKM mikro seluruh Indonesia dapat memonitoring aktfitas keuangan UKM mereka. (RN)