Jakarta, innews.co.id – Aksi penolakan hasil Pemilu, khususnya Pilpres 2019 yang menjurus anarkis dikecam oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Dalam rilis yang diterima innews, Rabu (22/5/2019), dikatakan, PGI mengecam kejadian tersebut yang menimbulkan kerusuhan dan mengganggu rasa aman masyarakat. Aksi yang dijanjikan merupakan aksi damai tidak terjadi; bahkan telah menimbulkan korban jiwa.

PGI mengingatkan kepada semua pihak agar hasil Pemilihan Presiden dengan tuduhan kecurangan diselesaikan dengan mekanisme hukum yang telah disepakati.

Selain itu, secara khusus PGI menyampaikan dukacita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Kami berharap agar dilakukan penyidikan secara profesional dan tidak tergesa-gesa menuduh aparat sebagai pelaku. Dalam SOP pada tahap ini jelas bahwa polisi tidak dipersenjatai dengan peluru tajam. Kami menghargai dan mendukung kerja keras semua pihak khususnya TNI/POLRI dalam menjamin keselamatan dan kedamaian dalam masyarakat,” urainya.

PGI juga meminta semua pihak agar menghentikan penyebaran postingan yang berisi tindakan-tindakan anarkis, baik dalam bentuk video maupun foto melalui berbagai media.

Menurut PGI, hal ini dapat menimbulkan kecemasan dan ketegangan dalam masyarakat.

“Kepada pihak televisi juga diminta agar lebih selektif dan obyektif dalam menayangkan siaran langsung agar masyarakat tidak terprovokasi. Peran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan sangat membantu melakukan pemantauan terhadap konten siaran televisi dan memberikan sanksi kepada televisi bila ada yang melanggar kode etik penyiaran sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” pintanya.

Kami mendorong media dan masyarakat untuk memviralkan pesan-pesan yang membawa damai dan ketenangan bagi persatuan bangsa, tandasnya. (RN)