Jatinangor, innews.co.id – Sejumlah pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dilatih cara memulai ekspor oleh Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Institut Koperasi Indonesia (Ikopin), mulai dari soal persyaratan teknis sampai bagaimana memasarkan produknya ke luar negeri, di Jatinangor, Sabtu (21/4).

Seperti tertuang dalam rilis dari Kementerian Koperasi dan UKM, yang terima innews, Minggu (22/4), menurut Indra Fahmi Direktur Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Ikopin (PIBI Ikopin) saat ini begitu besar dan terbuka peluang bagi UKM untuk melakukan ekspor.

Meski begitu, UKM harus paham teknis dalam melakukan ekspor karena sekarang ada ancaman banjirnya barang impor dan begitu mudahnya melakukan impor, seperti misalnya dari China.

Mencermati hal tersebut, PIBI Ikopin berinisiatif melaksanakan pelatihan bertajuk “Pelatihan Cara Memulai Ekspor” bagi para tenantnya. “Dengan mengetahui melakukan ekspor barang itu tidak sulit, maka para UKM bisa ramai-ramai melakukan ekspor,” ujarnya.

Sementara itu, praktisi ekspor dan trainer di Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia Nur Hidayat mengatakan, yang harus dibenahi pertama kali adalah pola pikir dan pembentukan mental yang tangguh. “Kejujuran pada pembeli merupakan modal yang utama,” tandasnya.

Selain itu, calon eksportir juga wajib mempelajari berbagai jenis dokumen produk ekspor yang harus disiapkan, biaya dan harga jual produk ekspor, jenis barang yang bisa diekspor dan jenis-jenis pengangkutan produk ekspor.

Dengan memahami hal tersebut, kata Hidayat, pelaku UKM dapat mengerti seluk beluk melakukan ekspor serta bersemangat untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas produknya yang berorientasi ekspor. (RN)