Bandung, innews.co.id – Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Ikopin (PIBI Ikopin) menggandeng komunitas anak muda yang terhimpun dalam Digital Youthpreneur dalam menyelenggarakan pelatihan, Sabtu, 28/4, di Gedung Ikopin Training Centre (ITC). Peserta pelatihan dibatasi hanya 50 orang.

Dalam rilis yang dikirim, Direktur Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Ikopin (PIBI Ikopin) Indra Fahmi menjelaskan, “Kali ini pelaksanaannya berbentuk workshop, agar peserta dapat langsung mempraktekannya selama kegiatan berlangsung”.

Indra menjelaskan, workshop ini dipandu instrukur Haryo Ardito, seorang praktisi Digital Marketing dengan materi Facebook Ads, Instagram Ads, SEO & SEM, Google Ad words, E-Mail Marketing, dan Optimalisasi Website.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya PIBI untuk meningkatkan kompetensi para pelaku usaha (Start Up) khususnya kompetensi marketing. Dalam penerapan strategi pemasaran produknya, kita senantiasa dihadapkan pada empat hal klasik, yaitu belum memahami perbedaan antara pemasaran (marketing) dan penjualan (sales). Kedua, sering mengandalkan harga murah sebagai strategi bersaing. Ketiga, belum memahami konsep service. Keempat, belum membangun positioning and differentiation,” urai Indra.

Dikatakannya, beberapa pengusaha Start-Up ada yang tidak menyadari bahwa ada kompetitor yang menawarkan manfaat produk/jasa sejenis yang relatif sama. Ada juga yang sudah menyadari hal ini, tetapi mereka pasrah dengan keadaan tersebut, kemudian terjebak dalam perang harga (price war). “Yang harus dilakukan pada kondisi saat ini adalah mempertajam differentiation dari manfaat yang ditawarkan, supaya berbeda dengan para kompetitor,” kata Indra.

Tujuan besarnya, lanjut Indra, adalah supaya dapat memiliki positioning di pikiran dan hati konsumen. Jika sudah melakukannya maka konsumen sudah punya opsi untuk kembali kepada brand produk tersebut. Sekaligus menjadi brand endorser yang mengkomunikasikan brand tersebut kepada keluarga atau kolega mereka. “Salah satu peluang untuk meningkatkan upaya tersebut adalah dengan membidik masyarakat pengguna internet”, jelas Indra lagi.

Jumlah pengguna internet di Indonesia sekitar 132 juta orang, 40 % di antaranya adalah penggila media sosial atau 106 juta orang. Penggilan internet tersebut, 85% di antaranya mengakses media melalui perangkat seluler. (RN)